Update Corona di DI Yogyakarta
Ada 9 Perawat yang Sudah Berada di Karantina di PPSDM DIY
Lima Kabupaten/Kota di DIY seriusi tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) khususnya yang kesulitan melakukan karantina mandiri.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Lima Kabupaten/Kota di DIY seriusi tempat karantina bagi orang dalam pemantauan (ODP) khususnya yang kesulitan melakukan karantina mandiri.
Pemkab Kulon Progo pun sudah menyiapkan tempat Karantina berupa Rusunawa yang berada di Desa Giripeni, yang sudah bisa digunakan.
"Meski belum ada yang menempati, namun semua fasilitas sudah ada semuanya," kata Wakil Ketua Sekretariat, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana saat Jumpa Pers, Senin (13/4/2020).
• Imbas Covid-19, Ada 2010 Tenaga Kerja di Kulon Progo yang Kehilangan Pekerjaan
Ia mengatakan, kapasitas kamar di Rusunawa tersebut ada 120 kamar. Namun, untuk saat ini yang siap digunakan hanya 24 kamar.
Sisanya, lanjut Biwara, digunakan ketika ODP di DIY mulai bertambah.
Pemkab Kulon Progo menjamin ketersedian makan bagi yang dikarantina.
Bantuan makanan dari posko Tagana disiapkan untuk mensuplai kebutuhan makanan, termasuk obat-obatan.
"Semua sudah disiapkan. Saya mengimbau, bagi warga Kulon Progo yang merantau dan ingin kembali supaya segera melapor ke Dinsos untuk di data," imbuh Biwara.
Sementara itu, di Kabupaten Bantul, pihaknya sudah menyiapkan 12 kamar di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantul yang nantinya digunakan untuk karantina mandiri.
Saat ini, karantina di BLK yang berada di Jalan Samas, Kabupaten Bantul tersebut sudah di isi empat ODP.
• DPRD Tak Ingin Kebobolan Pemudik Masuk DIY Tanpa Test Covid-19
Dalam pelacakan pendatang, Pemda Bantul memang mengalami kendala, lantaran diberlakukannya Physical Distancing. Untuk itu, Biwara menegaskan supaya warga pendatang segera melapor.
Selain itu, Pemda DIY juga sudah mempersilakan para tenaga medis yang bingung dengan tempat tinggal.
Karena saat ini, gedung PPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Jogja sudah bisa dihuni.
"Untuk saat ini baru sembilan tim medis yang sudah menghuni. Semuanya dari RSUD Wirosaban," sambung Biwara.