5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Jika Pasangan Berulangkali Selingkuh

Kita harus menjawab lima pertanyaan ini sebelum memutuskan akan menyelamatkan hubungan atau justru mengakhirinya.

Tayang:
Editor: Mona Kriesdinar
lehmiller.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada beberapa orang di antaranya yang bisa memaafkan pasangannya yang berselingkuh. Tapi ada juga yang langsung menutup pintu maaf. Nah apa jadinya jika pasangan ternyata berselingkuh berkali-kali? Haruskah dimaafkan atau ditinggalkan saja?

Menurut Mitzi Bockmann, pakar kehidupan bersertifikat dan advokat kesehatan mental yang berbasis di New York, kita harus menjawab lima pertanyaan ini sebelum memutuskan akan menyelamatkan hubungan atau justru mengakhirinya.

1. Apakah dia benar-benar menyesal?

Bertahan dari perselingkuhan yang berulang dan menjaga hubungan tetap utuh lebih sulit, dibandingkan perselingkuhan yang terjadi satu kali.

Namun ada satu elemen penting sebagai langkah pertama untuk menjadi pertimbangan, yaitu penyesalan.

Jika pasangan terus mempermainkan kita, maka ia harus menerima konsekuensi atas tindakannya.

Apakah ia menunjukkan penyesalan dan mengakui kesalahan? Apakah kita menerima seberapa banyak ia menyakiti kita? Atau justru ia mencoba menyalahkan kita?

Jika pasangan tidak bertanggung jawab atas perselingkuhannya, ada kemungkinan itu akan terjadi lagi.

Bahkan jika itu tidak terulang, hubungan kita selanjutnya akan terasa berat karena ia menyalahkan dan menyudutkan kita.

Jadi, apakah kita ingin menghabiskan sisa hidup kita dengan pria yang tidak bertanggung jawab atas tindakannya dan rasa sakit yang kita alami? Jika jawabannya tidak, sudah waktunya kita mengakhiri hubungan tersebut.

2. Apakah pasangan bersedia mendapat bantuan?

Perselingkuhan yang dilakukan berkali-kali tidak datang tanpa sebab. Orang yang bermain-main dalam hubungan, biasanya berjuang untuk keinginannya lewat beberapa cara.

Orang yang berselingkuh sekali biasanya tidak ingin melakukannya. Ada sesuatu yang hilang dalam hubungan atau pernikahannya, dan bahkan tidak ia sadari.

Umumnya, orang seperti ini bertemu lawan jenis di tempat kerja yang memiliki pengalaman serupa dan menjalin persahabatan.

Ketika menjadi sahabat, perasaan mereka mulai tumbuh dan hubungan ini bisa mengarah ke perselingkuhan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved