Update Corona di DI Yogyakarta

Sleman Belum Perlu Menerapkan PSBB

Pemkab Sleman belum akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti yang diterapkan di Jakarta dan akan menyusul Bogor, Depok, dan Bekasi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/Alexander Ermando
Bupati Sleman Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM - Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman per 7 April 2020, terjadi kenaikan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yakni 835 orang.

Untuk Pasien dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 106 dan untuk yang terkonfirmasi positif ada 19 orang.

Terkait jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman belum akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang diterapkan di Jakarta dan akan menyusul wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan bahwa memang benar ada peningkatan ODP di Kabupaten Sleman.

Menurutnya hal itu dikarenakan adanya pemudik dari kota-kota besar.

BREAKING NEWS : Tidak Ada Penambahan Kasus Positif di DIY per 8 April 2200

Dan peningkatan jumlah itu juga lantaran Gugus Tugas Covid-19 telah melaksanakan tugas dengan baik.  

"Memang kita akui pasien meninggal di DIY, paling banyak berada di Sleman. Tapi untuk menuju PSBB saya kira belum," ujarnya.

Bupati mengungkapkan, sampai saat ini belum ada transmisi lokal yang ada di Sleman.

Semua kasus positif Covid di Sleman, karena memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit.

"Alasannya, untuk menerapkan PSBB, harus ada transmisi lokal, sedangkan semua yang meninggal riwayatnya dari luar daerah. Saya belum menemukan yang meninggal itu karena ada penularan di dalam, transmisi lokal.

Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona

Selain itu, PSBB dilakukan jika ada peningkatan kasus secara signifikan. Bupati mengatakan pihaknya akan memantau grafik untuk satu minggu ke depan, apakah akan ada peningkatan signifikan atau tidak.

Namun menurutnya, jika Jakarta melakukan PSBB dan diikuti kota besar lainya seperta Bogor, Depok, Bekas, maka yang ada di daerah dapat melakukan penanganan dengan lebih terukur.

"Kalau DKI dan bodetabek di-PSBB, sepertinya 60-70% masalah bisa di-cut di situ. Karena di sana tidak ada pergerakan, dan akan tertangani dengan bagus, karena masyarakat di sana tidak keluar (daerah)," ujarnya.

"Kita di daerah juga bisa melakukan penanganan dengan terukur. Tapi kalau Jakarta dan sekitarnya tidak PSBB maka akan ada mobilitas tidak karuan," imbuhnya.  

Pemkab Sleman Jamin Ketersediaan Ikan Selama Pandemi Covid-19

Dalam kesempatan itu, Sri Purnomo menjelaskan, meski Sleman tidak melakukan PSBB, namun prosedur keselamatan sesuai yang direkomendasikan WHO sudah dilaksanakan di Sleman, seperti melakukan pembalajaran secara daring, dan pembatasan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Selain itu, bagi pekerja juga harus menerapkan physical distancing atau selalu menjaga jarak satu dengan yang lain.  

Ke depan, pihaknya akan terus menyadarkan masyarakat untuk terus meningkatkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

"Sekarang keluar rumah harus pakai masker, jaga jarak betul-betul dilaksanakan," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved