Update Corona di DI Yogyakarta
Pengusaha Konveksi Gunungkidul Beralih ke Pembuatan Masker Kain
Sejumlah pelaku usaha konveksi atau penjahitan pakaian di Gunungkidul beralih memenuhi pesanan masker berbahan kain.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sejumlah pelaku usaha konveksi atau penjahitan pakaian di Gunungkidul beralih memenuhi pesanan masker berbahan kain.
Mereka memilih beralih lantaran pesanan pakaian turun drastis akibat COVID-19.
Etik Diana (39), pemilik usaha Walang Kaos menuturkan saat ini ia memilih untuk memproduksi masker kain lantaran banyaknya pesanan yang datang.
"Per hari bisa mencapai 400 hingga 500 masker yang dipesan dan minta dikirimkan," ungkap Etik dihubungi pada Rabu (01/04/2020).
• Ekonomi Lesu UMKM di Kulon Progo Beralih Produksi Masker Agar Tetap Eksis
Etik biasanya memproduksi kaos untuk oleh-oleh dan seragam untuk kegiatan dari berbagai instansi dan perusahaan.
Namun seluruh pesanan jadi tertunda lantaran para pemesannya mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan dahulu.
Alhasil, kain katun yang sudah disiapkan pun dimanfaatkan oleh Etik sebagai bahan masker.
Karyawannya sejumlah 6 orang pun digerakkan untuk memenuhi berbagai pesanan masker tersebut.
Menurut Etik, dalam sehari ia bisa memproduksi sebanyak 300 lembar masker.
Pengerjaannya pun dilakukan oleh karyawan di rumahnya masing-masing.
Per lembarnya ia patok dengan harga Rp 5 ribu.
• Gejala Virus Corona Selain Batuk dan Sesak Napas, Berdasarkan Pengalaman Pasien Positif COVID-19
"Lewat produksi masker ini kami cukup terbantu, karena setidaknya para karyawan tetap ada penghasilan," tutur ibu 2 anak ini.
Langkah serupa juga diambil oleh Hesti Purwandari (32), pemilik usaha El-Fata Fashion.
Ia juga membuat masker menggunakan bahan kain katun dan bermotif batik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengusaha-konveksi-gunungkidul-beralih-ke-pembuatan-masker-kain.jpg)