Update Corona di DI Yogyakarta
Pengusaha Konveksi Gunungkidul Beralih ke Pembuatan Masker Kain
Sejumlah pelaku usaha konveksi atau penjahitan pakaian di Gunungkidul beralih memenuhi pesanan masker berbahan kain.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Per lembarnya ia jual mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.
Hesti mengatakan pesanan masker datang dari Jakarta, Karawang, hingga Bandung.
Ia pun juga memenuhi kebutuhan masker di Gunungkidul dan DIY.
"Banyak juga yang memesan masker untuk dijual kembali," ungkap warga Desa Pulutan, Wonosari ini.
• Beri Pesan Penyemangat Lawan COVID-19, Pengusaha Batik di Yogyakarta Produksi Masker Kain
Baik Hesti dan Etik menganggap masker hanya sebagai produksi sampingan saja.
Sebab usaha ini menjadi cara mereka untuk bertahan di tengah situasi yang kurang kondusif, terutama bagi pelaku usaha seperti mereka.
Keduanya juga berharap produksi masker mereka bisa membantu para warga yang hingga saat ini kesulitan dalam mendapatkan masker.
Hesti dan Etik pun menyisihkan sebagian hasil masker produksinya untuk dibagikan secara gratis.
"Saya berharap kita semua bisa saling membantu, baik bagi mereka yang membutuhkan masker ataupun bagi para karyawan yang tetap membutuhkan penghasilan sehari-hari," kata Hesti. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengusaha-konveksi-gunungkidul-beralih-ke-pembuatan-masker-kain.jpg)