Awas, Ini Risiko Berbahaya Bila Menyemprotkan Cairan Disinfektan pada Tubuh Manusia

Ada risiko berbahaya dari penyemprotan cairan disinfektan tersebut, terutama apabila disemprotkan ke tubuh manusia.

Tayang:
Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM | Mona Kriesdinar
Kegiatan penyemprotan disinfektan di Perum Griya Tamansari II, Petir, Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul pada Rabu (25/3/2020) 

"Sifatnya hanya sementara. Disinfektan ini adalah senyawa kimia yang digunakan di dalam proses dekontaminasi yang membunuh mikroorganisme, virus, bakteri pada objek permukaan benda mati," ucap Wiku.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020). (Dok. BNPB)

Diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, menuturkan pemerintah sudah memeriksa lebih dari 6.500 spesimen terkait Covid-19.

Berdasarkan data pemerintah, terdapat 1.285 kasus Covid-19 per Minggu (29/3/2020) siang.

Jumlah tersebut bertambah sebanyak 130 kasus dari total 1.155 kasus pada Sabtu (28/3/2020).

"Ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130 orang, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 (kasus)," kata Yurianto saat memberikan keterangan pers di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu.

Dari data itu, terdapat 64 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Terjadi penambahan sebanyak lima pasien yang sembuh dibanding data sebelumnya.

Bukan Untuk Manusia

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Erlina Burhan, menyatakan penyemprotan disinfektan pada tubuh manusia merupakan hal yang berbahaya.

Menurutnya, disinfektan dibuat untuk benda dan  bukan untuk manusia.

"Wah itu malah bahaya menurut saya, karena pertama disinfektan itu bukan untuk manusia, tapi untuk permukaan benda-benda mati."

"Ini kita kan tahu nih penularan ada yang langsung lewat droplet, orang di sekitarnya kena kalau jarak kurang dari 1 meter atau lewat kontak tidak langsung, kontak tidak langsung adalah virus yang ada di droplet ada dipermukaan meja, kursi," ungkapnya.

Ia menjelaskan jika benda-benda yang sering disentuh banyak manusia  harus  diprioritaskan untuk disemprot disinfektan.

"Iya, mejanya yang mesti dibersihin, atau tombol lift, pegangan tangga, pegangan pintu. Itu yang diberi disinfektan, bukan manusia," ujarnya dilansir melalui YouTube TalkShow tvOne, Minggu (30/3/2020).

Cegah COVID-19, LPKA Kelas II Yogyakarta Buat Bilik Disinfektan Mandiri

Cegah Virus Corona, Warga Mudal Swadaya Pasang Alat Semprot Disinfektan Otomatis

Tim Penanganan Covid-19 ini menambahkan jika bahan yang mengandung disinfektan berbahaya untuk mata, pernafasan dan kulit manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved