Jawa
7.222 Pemudik Telah Banjiri Klaten
Meski pemerintah pusat mengeluarkan pelarangan bagi masyarakat untuk pulang kampung demi mencegah penyebaran Corona, imbauan ini tidak menghentikan 7.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Meski pemerintah pusat mengeluarkan pelarangan bagi masyarakat untuk pulang kampung demi mencegah penyebaran Corona, imbauan ini tidak menghentikan 7.222 pemudik yang telah tiba di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
"Data yang kami terima ada sebanyak 7.222 orang," kata Ketua Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemkab Klaten, Ronny Roekmito, Minggu (29/3/2020).
Ronny menjelaskan, data itu dikumpulkan dari seluruh kecamatan di Klaten dan bisa terus berubah.
"Satgas mencatat persebaran pemudik yang masuk dalam Orang Dalam Pemantauan (ODP) merata di 26 kecamatan dan kemungkinan besar akan bertambah," terang Ronny.
Untuk pendatang dari wilayah terpapar kasus Corona, kata Ronny, Pemkab Klaten meminta agar mereka melapor ke gugus tugas desa.
Pemudik juga wajib mengisolasi mandiri selama 14 hari.
• Lockdown Lokal, 150 Penghuni Kost Bimbang untuk Mudik
"Selama 14 hari isolasi, mereka kami minta untuk jaga jarak satu meter saat berinterkasi, melengkapi dirinya dengan masker dan wajib memeriksakan diri jika timbul gejala seperti demam atau batuk kering," ujar Ronny.
Data hingga Minggu (29/3/2020) sore , jumlah pemudik terbanyak di wilayah Kabupaten Klaten, terbanyak di Kecamatan Bayat ada 629 orang, kemudian Trucuk 532 orang dan Cawas ada 510 orang.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan, Minggu (29/3/2020) ODP bertambah 83 orang, sehingga secara komulatif jumlah ODP menjadi 1.045 orang
Dari jumlah 1.045 ODP, lanjutnya, sebanyak 30 orang telah dinyatakan sehat.
Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 orang.
Dengan demikian, jumlah total PDP 10 orang. Dari jumlah itu, 4 orang menunggu hasil lab dan 6 orang proses pengambilan sampel.
"Sementara di Klaten, tidak ada satu pun warga yang positif terinfeksi Covid-19. Maka, untuk antisipasi dan pencegahan virus Corona, masyarakat diminta agar mematuhi protokol physical distancing," imbaunya.
• Polres Klaten Bubarkan Kerumunan untuk Cegah Penularan Covid-19
Banyaknya penyebaran ODP dan PDP di wilayah Klaten membuat sejumlah perkampungan, secara mandiri tengah melakukan karantina per wilayah, ada sederet peraturan yang dibuat guna mencegah persebaran virus Corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lockdown-kampung-di-klaten.jpg)