Sleman

Lockdown Lokal, 150 Penghuni Kost Bimbang untuk Mudik

Penghuni kost di Padukuhan Pohrubuh, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman diimbau supaya menjalani karantina jika hendak pulang ke kampung halam

Tayang:
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
ANTISIPASI : Sejumlah Padukuhan di Sleman berlakukan wajib lapor dan cuci tangan sebelum masuk padukuhan, seperti di Padukuhan Pohrubuh, Senin (30/3/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penghuni kost di Padukuhan Pohrubuh, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Sleman diimbau supaya menjalani karantina jika hendak pulang ke kampung halaman.

Setidaknya ada 150 lebih pendatang yang menyewa Kost di Padukuhan Pohrubuh.

Hal itu diungkapkan ketua RW 52, Triyanto saat ditemui, Senin (30/3/2020).

"Ada 150 lebih penghuni kost di sini. Mereka kami imbau supaya tetap di sini. Kalau pun mau pulang ke kampung halaman, harus sertakan surat keterangan sehat dari Dokter," katanya.

Lockdown Bikin Warga Miskin Menderita, India Tak Akan Perpanjang

Ia menegaskan, penghuni kost yang didominasi dari kalangan mahasiswa tersebut juga tidak diperbolehkan pulang sebelum pandemi Covid-19 berakhir.

"Itu sesuai arahan dari pemerintah pusat, daerah dan pemerintah desa. Kami hanya menjalankan," ungkapnya.

Lebih lanjut pria berusia 53 tahun itu mengatakan, ada sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang harus menjalani pendataan, baik itu keluar mau pun yang masuk ke Pohrubuh.

"Semua kami pastikan aman. Baik itu pendatang maupun warga sekitar wajib kami data, keperluannya apa dan kami wajibkan untuk cuci tangan," tegas dia.

Pemberlakuan itu sudah berlangsung tiga hari, belum ada instruksi sampai kapan akan diberlakukan.

Surat DKI Jakarta Minta Karantina Wilayah dan Rencana Rakor Bahas Lockdown Jabodetabek

Ia mengatakan, bagi penghuni kost supaya segera memutuskan, jika ingin mudik harus dipertimbangkan.

"Karena kemarin ada mahasiswa asal Medan yang ingin mudik. Ya kami imbau, kami membolehkan untuk pulang, akan tetapi pulang ke Yogyanya harus menunggu situasi kondusif," paparnya.

Ia menambahkan, ada 10 Padukuhan yang sudah berlakukan lockdown lokal di Desa Condongcatur.

Pembatasan itu masih belum ada waktu yang ditentukan sampai kapan.

"Ada 10 padukuhan lebih yang sudah berlakukan pembatasan. Belum ada batas waktu mau sampai kapan,"pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved