Jawa
7.222 Pemudik Telah Banjiri Klaten
Meski pemerintah pusat mengeluarkan pelarangan bagi masyarakat untuk pulang kampung demi mencegah penyebaran Corona, imbauan ini tidak menghentikan 7.
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Ari Nugroho
Terlihat, gang-gang masuk kampung ditutup menggunakan bambu.
Warga hanya membuka satu gang sebagai satu-satunya akses masuk ke perkampungan.
Setiap tamu, pemudik ataupun warga harus melapor ke posko yang dijaga warga secara bergantian.
Seperti terlihat di Kampung Karangwuni Kulon, Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, warga membuat Posko yang diberi nama Posko Cegah Covid-19 itu, warga sudah menyiapkan padasan dilengkapi sabun.
Selain itu, warga menyiapkan semprotan berisi disinfektan.
Sejumlah kampung lainnya juga melakukan tindakan yang sama seperti Jonggo Desa Karangasem Kecamatan Cawas dan Sragogede Mojayan Kecamatan Klaten Tengah dan sejumlah lampung lainnya.
Parno, salah seorang warga Ceper mengatakan penutupan pintu masuk kampung itu sudah dilakukan sejak Jumat (27/3/2020).
Lockdown kampung di Klaten itu dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan warga.
"Meski akses ditutup, aktivitas warga masih normal. Ini pengawasan saja karena warga di sini banyak yang perantauan, sehingga kami pantau untuk memastikan mereka tidak membawa Covid-19,” jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/lockdown-kampung-di-klaten.jpg)