Internasional

Nicolas Maduro Kecam Trump, Juluki Presiden AS itu Koboi Rasis

Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan pemerintah Kolombia dan AS akan menghadapi konsekuensi jika mereka menindak elite politik negaranya.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
IST/REUTERS
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ketika menaiki tank amfibi dalam inspeksi militer di tengah krisis yang terjadi di negaranya 

TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan pemerintah Kolombia dan AS akan menghadapi konsekuensi jika mereka menindak elite politik negaranya.

"Jika suatu hari kaum imperialis dan oligarki Kolombia berani menyentuh rambut kita, mereka akan menghadapi kemarahan Bolivarian," kata Maduro pada pidato di Caracas, Minggu (29/3/2020).

Dia menggambarkan Presiden AS Donald Trump sebagai "koboi rasis" dan "manusia yang sengsara". Ia juga menuduh Trump mengelola hubungan internasional negaranya seperti mafia.

Jaksa Agung AS William Barr mengumumkan Departemen Kehakiman AS telah menawarkan hadiah untuk informasi tentang lima pejabat tinggi dalam pemerintahan Maduro.

Menlu Venezuela Sebut Elite Washington Putus Asa Hadapi Maduro

Bahkan kepala Maduro dibanderol 15 juta dolar AS atas tuduhan perdagangan narkoba.

Pemerintah AS menerapkan tuduhan terorisme narkoba, seperti dituduhkan ke Manuel Noriega, pemimpin Panama.

Pengacara AS untuk Distrik New York, Geoffrey Berman, menyusun laporan yang menempatkan Maduro bakal menghadapi minimal 50 tahun penjara dan hukuman seumur hidup maksimum untuk tuduhan tersebut.

Menurut pejabat AS, Maduro diduga sebagai pemimpin kelompok perdagangan kokain yang disebut "Kartel Matahari" yang melibatkan politisi senior serta anggota militer dan pengadilan Venezuela.

Washington secara terbuka berusaha mendongkel Nicolas Maduro, pemimpin Venezuela dari sayap kiri (sosialis).

Mereka juga mendorong upaya kudeta tahun lalu, yang gagal sebelum dilaksanakan. AS menyiapkan Juan Guaido, pemimpin oposisi sebagai pengganti Maduro.

Guaido memperoleh dukungan sekutu AS di Eropa maupun Amerika Latin seperti Kolombia, Argentina,  dan Brasil.

Washington Tebar Hadiah 15 Juta Dolar AS Agar Bisa Tangkap Presiden Venezuela

Maduro menyebut Guaido sebagai boneka AS. Rusia, Cina, Turki, Iran, Suriah, dan sejumlah negara lain mendukung Maduro sebagai satu-satunya presiden sah Venezuela.

Moskow, pada gilirannya, menggarisbawahi bahwa "status presiden" Guaido tidak ada. Rusia memperkuat dukungannya ke Caracas, termasuk terkait eksplorasi minyak.

Berbagai ahli politik internasional menengarai, konflik AS-Venezuela ini terkait penguasaan minyak. Maduro menolak diatur Washington.

Secara cadangan minyak, Venezuela merupakan negara yang memiliki cadangan minyak terbesar kedua di dunia, setelah Kanada.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved