Washington Tebar Hadiah 15 Juta Dolar AS Agar Bisa Tangkap Presiden Venezuela
Departemen Luar Negeri AS mengumumkan sayembara berhadiah 15 juta dolar AS untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Washington Tebar Hadiah 15 Juta Dolar AS Agar Bisa Tangkap Presiden Venezuela
TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Departemen Luar Negeri AS mengumumkan sayembara berhadiah 15 juta dolar AS sebagai imbalan informasi yang dapat digunakan untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Tak hanya Maduro, Wakil Presiden Venezuela dan deretan pejabat tinggi negara itu masuk daftar yang diinginkan Washington untuk dipenjarakan.
Tuduhan yang disodorkan, mereka dinilai terlibat perdagangan narkoba.
Pengumuman dilakukan Kamis (26/3/2020) malam waktu Washington, dikutip Russia Today, Jumat (27/3/2020).
Sayembara berhadah ini langkah keras yang dilakukan AS guna mendepak Maduro dari kepemimpinan nasional Venezuela.
Tuduhan sama diarahkan ke Ketua Majelis Nasional Konstituante Diosdado Cabello Rondon, Jenderal (Purn) Hugo Carvajal Barrios, dan Clive Alcala Cordones, atau Menteri Industri dan Produksi Nasional Tareck Zaidan El Aissami Maddah.
Kepala mereka masing-masing dihargai 10 juta dolar AS.
Departemen Kehakiman AS telah menyusun tuduhan terhadap para pemimpin Venezuela itu, meski secara bukti-bukti tidak sekokoh yang diklaim Jaksa Agung William Barr.
Dakwaan akan diajukan di pengadilan Miami dan New York, atas sangkaan mereka terlibat konspirasi narco-terorisme dengan kelompok gerilyawan Kolombia FARC.
Kelompok itu dituduh membanjiri Amerika Serikat dengan kokain. Langkah hukum dan politik AS ke Venezuela ini mengejutkan di tengah sanksi keras serta pandemic global virus Corona yang sangat merepotkan dunia.
Washington secara terbuka mendorong usaha mendongkel Presiden Maduro dari kepemimpinan Venezuela.
Mereka berusaha mendudukkan pemimpin oposisi Juan Guaido, meski usahanya selalu gagal.
Pemimpin Amerika Latin terakhir yang dituduh melakukan perdagangan narkoba oleh AS adalah Manuel Noriega dari Panama.
Ia didongkel dan ditangkap dan diekstradisi ke AS ata tuduhan tersebut.
Padahal Noriega sejak lama dikenal jadi mitra, sekutu paling menguntungkan bagi CIA yang menjalankan bisnis narkoba demi operasi-operasinya.
Noriega diadili di Miami, atas tuduhan perdagangan narkoba dan pencucian uang.(Tribunjogja.com/RT/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/nicolas-maduro-presiden-venezuela_20180913_111211.jpg)