Bantul
Stok APD Penanganan COVID-19 di Bantul Terbatas, Hanya Cukup sampai 3 Bulan
Pemerintah Bantul sejauh ini terus mengupayakan kebutuhan medis tersebut dengan melakukan pengadaan barang. Kendati, stoknya sampai saat ini masih te
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
Wabah virus Corona sampai saat ini terus mengalami trend kenaikan. Belum ada tanda-tanda akan segera berakhir.
Agus meminta warga masyarakat agar mematuhi instruksi dan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah.
• Masyarakat Harus Tetap Waspada terhadap Virus Dengue Penyebab DBD
Seperti misalnya, tetap menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Untuk sementara lebih baik dirumah saja. Kurangi kegiatan diluar. Tidak berkerumun dan menjaga jarak aman.
Bukan tanpa alasan, mengapa Agus meminta masyarakat agar mematuhi instruksi.
Semuanya demi kesehatan warga dan memutus mata rantai penularan virus yang bermula dari Wuhan, China tersebut.
Apabila trend terus mengalami kenaikan, menurut dia, stok persediaan obat dan alat pelindung diri akan cepat terkuras. Bahkan dimungkinkan tidak akan cukup sampai tiga bulan kedepan.
"Tapi kalau (warga) patuh semua. Insya Allah mudah-mudahan masa (tiga bulan) itu, trendnya sudah turun," harap dia.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, perkembangan mengenai COVID-19 di Indonesia dan Kabupaten Bantul belum bisa dipastikan akan segera berakhir.
Bahkan datanya cenderung mengalami kenaikan. Sebab itu, pihaknya meminta kepada pengelola gudang farmasi dan Dinas Kesehatan Bantul untuk selalu melakukan update ketersediaan obat dan barang. Sehingga prakiraan kebutuhan kedepan, dapat diperhitungkan.
• Pahami Bedanya Rapid Test dan Pemeriksaan Swab untuk Mendeteksi Virus Corona
"Kesiapan gudang farmasi menghitung kebutuhan, menjadi sesuatu yang urgent yang harus terus dilaksanakan," terang dia.
Pihaknya mengaku ingin memastikan stok digudang farmasi dalam kondisi aman.
Apabila stok mulai menipis, Helmi menginginkan segera ada laporan.
Sehingga dirinya yang merupakan Sekda Sekda Bantul sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah bisa memperhitungkan kedepan, berapa anggaran yang dibutuhkan.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini sudah mencairkan anggaran melalui belanja tak terduga (BTT) kepada Dinas Kesehatan senilai Rp 6 miliar.
Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembelian obat-obatan, barang, termasuk alat pelindung diri.
Menurut Helmi, anggaran tersebut bisa jadi akan kurang, apabila melihat kondisi situasi saat ini yang menunjukkan trend kenaikan terhadap jumlah PDP dan ODP yang ada di Bantul.
Sebab itu, "perlu ada kesiapsiagaan TAPD untuk mengcover kebutuhan yang ada," ucap dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/peninjauan-ke-gudang-farmasi-milik-dinas-kesehatan-bantul.jpg)