Yogyakarta
Stok Darah PMI DIY Alami Penurunan
Stok darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) di masing-masing Unit Donor Darah (UDD) PMI kabupaten/kota mengalami penurunan
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Stok darah Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) di masing-masing Unit Donor Darah (UDD) PMI kabupaten/kota mengalami penurunan sekitar 40-50 persen.
Wakil Ketua Bidang Unit Tranfusi Darah PMI DIY, dr. Suryanto, Sp.PK mengatakan penurunan stok darah tersebut terjadi sejak awal Maret 2020.
"Karena waktu itu kita mau adakan donor, tapi tidak boleh kumpul-kumpul, akhirnya semua takut dan membatalkan karena ada instruksi tidak boleh kumpul-kumpul. Solusinya jemput bola saja ke SKPD, tapi dengan tetap berjarak. Atau kita sarankan (pendonor) ke UDD, dengan jarak jauh," ujarnya Senin (23/3/2020).
• PMI Kulon Progo Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Kompleks Pemerintahan
PMI DIY berusaha untuk menambah stok darah dengan berbagai cara, di antaranya dengan broadcast message ke pendonor darah yang sudah rutin mendonorkan darahnya.
Selain itu PMI DIY juga membuat group-group media sosial pendonor darah mengingatkan untuk donor darah kembali.
"Sambil kita menyurati pendonor darah tetap kita untuk jadwalnya dia datang. Sekarang riskan kita kumpulkan sama-sama. Jadi harus datang ke PMI," katanya.
Selain itu, PMI DIY juga melakukan jemput bola dengan meminta dukungan baik dari Pemda, Pemkot dan Pemkab untuk mendatangi kantor-kantor di lingkungan instansi pemerintahan untuk donor darah.
"Gusti Prabu (Ketua PMI DIY -red) sudah matur ke Wagub tadi mengharapkan ada bantuan instruksi dari Gubernur untuk menyarankan ke SKPD, ASN kepada bupati dan wakil bupati untuk menyarankan SKPD donor darah," katanya.
PMI DIY juga mengedukasi kepada pendonor darah dan masyarakat bahwa donor darah aman sebab Covid-19 tidak ditularkan lewat donor darah.
• Cara Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Menurut Akademisi IPB
"Sebenarnya tidak usah takut karena penularan tidak lewat darah untuk Covid-19, tapi lewat droplet, percikan air liur. Sebelum donor kan juga diperiksa dulu, kalau dia batuk atau lelah tidak diambil," ungkapnya.
Pihaknya berharap ketersediaan stok darah tersebut aman hingga lebaran nanti.
"Sampai lebaran mudah-mudahan aman. (Stok) golongan darah paling sedikit AB, paling banyak yang O," ujarnya.
Jam operasional pelayanan darah masih tetap 24 jam, sedang pelayanan untuk penyadapan darah pendonor masing-masing UDD berbeda.
UDD PMI Kota Yogyakarta pukul 07.30-20.30 WIB, sedang UDD PMI Kabupaten Bantul pukul 08.00-21.00 WIB, sementara UDD PMI Kabupaten Sleman pukul 08.00-20.00 WIB.
Selanjutnya UDD PMI Kabupaten Kulon Progo pukul 07.00-22.00 WIB dan UDD PMI Kabupaten Gunungkidul pukul 07.00-21.00 WIB.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/viral-kabar-mafia-darah-pmi-bantah-jual-beli-hasil-donor-darah-ini-penjelasan-soal-biaya-pengganti.jpg)