Yogyakarta
Dewan Apresiasi Kesiapan RS Hardjolukito
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi kecepatan Pemda DIY dalam melakukan antisipasi dari sisi kesehatan terkai
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi kecepatan Pemda DIY dalam melakukan antisipasi dari sisi kesehatan terkait wabah Covid-19 dengan 5 pasien dinyatakan positif di DIY.
"Barusan bersama Bapak Gubernur meninjau kesiapan RS Hardjolukito milik Angkatan Udara untuk menjadi rujukan utama pasien Covid-19. Saya juga sangat menghargai Angkatan Udara dan RS Hardjolukito yang menyediakan diri sebagai RS Rujukan, bahkan disiapkan sekitar 150 bed yang cukup memadai," bebernya, Senin (23/3/2020).
Ia pun menilai bahwa untuk ukuran persiapan dan antisipasi pandemi tersebut, RS Hardjolukito cukup layak, meskipun masih ada kekurangan di berbagai sisi.
• Dampak Wabah Corona, Rumah Makan Gudeg dan Pedagang Bakpia Pun Sepi Pembeli
"Ada yang kurang itu perlengkapan, APD, maupun SDM. Kekurangan tersebut saya harapkan Pemda DIY mencukupinya," tuturnya.
Huda berharap, bahwa keberadaan ruangan yang disiapkan tersebut nantinya tidak banyak terpakai.
"Artinya Covid-19 tidak meluas di DIY. Seandainya kemungkinan terburuk terjadi, semoga fasilitas kesehatan kita mencukupi," tandasnya.
Politisi PKS tersebut menjelaskan bahwa DPRD DIY siap membackup dari sisi kebijakan maupan anggaran agar semua persiapan dan penanganan ini lancar.
"Salah satu prioritas setelah RS ini siap adalah untuk merawat PDP (Pasien dalam Pengawasan) semestinya segera dirawat di rumah sakit. Hal ini penting sekali dilakukan agar tidak terjadi penyebaran lebih luas. PDP memang belum tentu positif corona dan belum tentu juga kondisi kesehatannya tidak baik. Banyak PDP yang secara fisik cukup baik, tetapi tetap berpotensi besar membawa virus," urainya.
• Cegah Corona, Disdukcapil Bantul Hentikan Sementara Layanan Tatap Muka
Huda menambahkan bahwa saat ini masih banyak PDP yang mengisolasi diri di rumah, tanpa pengawasan.
"Idealnya PDP dirawat dan diisolasi di rumah sakit, jangan dibiarkan isolasi mandiri. Mumpung masih sedikit dan fasilitas kesehatan masih mencukupi," sarannya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/atasi-kemacetan-yogya-dan-kembali-ke-transportasi-massal.jpg)