Yogyakarta

Dampak Wabah Corona, Rumah Makan Gudeg dan Pedagang Bakpia Pun Sepi Pembeli

Dampak dari penutupan sejumlah tempat pariwisata di DIY karena Wabah Corona, turut dikeluhkan beberapa pedagang makanan khas Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Pelaku usaha rumah makan gudeg di Jalan Wijilan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta mulai alami penurunan omzet dan kunjungan wisatawan, Senin (23/3/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak dari penutupan sejumlah tempat pariwisata di DIY karena Wabah Corona, turut dikeluhkan beberapa pedagang makanan khas Yogyakarta.

Seorang pedagang Bakpia, Purwanti mengatakan, awal tahun 2020 kali ini menjadi yang terparah selama 20 tahun dirinya berdagang.

Hal itu ia rasakan sejak menyebarnya wabah Corona ke Indonesia yang kemudian masuk ke Yogyakarta.

"Wisatawan menjadi sepi. Tahun ini yang paling parah selama saya berjualan di sini," katanya saat dijumpai Senin (23/3/2020).

Biasanya, Purwanti mampu meraup untung dari jualan Bakpia di selasar Jalan Malioboro itu mencapai Rp 1 juta ketika akhir pekan.

Namun, semenjak adanya wabah Corona, pendapatan perempuan usia 40 tahun ini turun drastis.

Wisata Keraton Mendapat Penyemprotan Disinfektan

"Kalau Sabtu-Minggu itu dulu bisa Rp 1 juta. Hari-hari biasanya pun masih bisa dapat Rp 500 ribu. Semenjak ada wabah Corona ini, sehari dapat Rp 100 ribu saja sulit,"imbuhnya.

Padahal, lanjut Purwanti, dirinya harus membiayai tiga anak yang masih bersekolah.

Ia sadar jika wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta mengalami penurunan drastis.

"Tapi ya mau bagaimana lagi, saya hanya menggantungkan hidup dari jualan ini. Saya tahu kalau kondisi sekarang sepi, ya tak paksakan jualan saja," ujar perempuan asal Kabupaten Bantul itu.

Saat ini dirinya berharap wabah Corona segera berlalu.

Kondisi pariwisata kembali normal dan banyak pengunjung kembali memadati kawasan Malioboro.

"Ya hanya berharap saja supaya virus Corona ini segera berlalu. Bisa ramai lagi di sini,"sambung Purwanti.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami para pengusaha kuliner khas Yogyakarta lainnya.

Pemda DIY Konsentrasikan Penanganan Pasien Positif Covid-19

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved