Pendidikan
Listrik Mati Sempat Warnai Pelaksanaan UNBK SMK di Hari Kedua
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Disdikpora DIY Didik Wardoyo mengatakan bahwa pada hari kedua terdapat kendala listrik yang mati akibat dari t
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMK memasuki hari kedua pada Selasa (17/3/2020).
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Disdikpora DIY Didik Wardoyo mengatakan bahwa pada hari kedua terdapat kendala listrik yang mati akibat dari trafo yang meledak.
"Kami sempat menemukan listrik mati di Kasihan. Bukan karena listrik pemadaman tapi setelah ditelusur ada travo meledak. Itu berdampak pada SMK Kasihan 1, 2, dan 3," ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020).
Pada saat listrik mati, pelaksanaan UNBK dijelaskan Didik telah dimulai.
• UNBK Hari Pertama Tingkat SMK di Bantul Berlangsung Lancar
Dampaknya ujian terpaksa dihentikan selama 20 menit.
Ia menambahkan bahwa di SMK Kasihan pelaksanaan UNBK berjalan 2 sesi sehingga keterlambatan tersebut dalam ditebus pada sesi ke 3.
"Ini berbeda dengan masalah kemarin yang ada di SMK Temon dengan masalah server internalnya. Berhubung pelaksanaan UNBK berlangsung 3 sesi, sehingga 30 anak di SMK Temon tidak mungkin masuk sesi keempat sehingga terpaksa ikut ujian susulan," ucapnya.
Didik yang juga ikut pemantauan lapangan mengatakan bahwa sejauh ini pelaksanaan UNBK berjalan lancar.
Selain di Bantul, ia juga memantau pelaksanaan UNBK di Kulonprogo.
"Di Kulonprogo kami mendatangi beberapa sekolah swasta dan relatif lancar," bebernya.
Terkait wabah Covid-19, Didik menjelaskan bahwa kesiapan seluruh peserta UNBK tidak terganggu.
Ia menjelaskan bahwa siswa fokus untuk belajar materi yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ujian Kompetensi Keahlian.
• 7.195 Siswa SMK di Sleman Tetap Ikuti UNBK
"Anak-anak konsentrasi di rumah untuk menyiapkan itu dan datang ke sekolah untuk ujian. Tapi untuk SMK kelas X-XI libur karena UNBK. Masih ada dua hari, sampai tanggal 19 mudah-mudahan lancar," urainya.
Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjelaskan bahwa kondisi di DIY belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.
"Kami punya harapan bagi anak-anak SMK yang sekarang ujian bisa menyelesaikan ujian dan tidak terganggu hal psikologis yang membuat dia tidak bisa berpikir jernih. Nanti SMA bisa kita dialogkan bersama bagaimana sebaiknya," tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kabid-perencanaan-dan-pengembangan-mutu-disdikpora-diy-didik-wardoyo.jpg)