Pendidikan

7.195 Siswa SMK di Sleman Tetap Ikuti UNBK

Seluruh SMK di Kabupaten Sleman melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Senin (16/3/2020) hingga Kamis (19/3/2020) nanti.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi UNBK 

TRIBUNJOGJA.COM - Seluruh SMK di Kabupaten Sleman melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dari Senin (16/3/2020) hingga Kamis (19/3/2020) nanti.

Ujian tetap dilakukan di Sleman meski kini Indonesia kini sedang diterpa masalah penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Priyo Santoso, Kepala Balai Dikmen Sleman menjelaskan, dari konferensi pers Gubernur DIY kemarin, DIY belum ditetapkan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) karena Covid-19 maka dari itu aktivitas sekolah tetap berjalan dan bagi yang melaksanakan ujian juga tidak diliburkan.

"Cuma untuk kelas 10, 11 masih menunggu konfirmasi lebih lanjut. Kami menunggu perkembangan dan akan mengikuti kebijakan dari pemerintah daerah," ujarnya.  

SMKN 2 Yogyakarta Periksa Suhu Tubuh Siswa Sebelum Masuk Ruang Ujian

Dan untuk pelaksanaan UNBK kali ini pihaknya juga mengacu pada arahan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang merupakan turunan dari SE mendikbud nomor 3 thn 2020 Tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan.

"Sekolah wajib untuk membersihkan ruangan sebelum dan sesudah dilakukan ujian. Terutama di titik yang disentuh oleh peserta, mulai gagang pintu, komputer, mouse, keyboard, meja kursi," urainya.

Dan upaya membersihkan ruangan dilakukan sebelum dan sesudah ujian di tiap sesinya. Selain itu sekolah juga wajib menyediakan hand sanitezer dan sebelum dan sesudah melaksanakan ujian, para perserta wajib membersihkan tangannya.

Peserta juga dilarang untuk pinjam meminjam  alat tulis, juga diharapkan menghindari kontak fisik seperti bersalaman, cium tangan ataupun berpelukan.

Kunjungi Tribun Jogja, Dwi Sasono dan Widi Mulia Promosikan Film Buku Harianku 

"Kalaupun ada anak yang merasa sakit, tidak perlu memaksakan diri untuk bisa hadir mengikuti ujian. nanti akan ada ujian susulan pada 7-8 April 2020," imbuhnya.  

Terkait pelaksanaan UNBK sendiri, Priyo mengatakan bahwa tak ada laporan kendala dan pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar. Di wilayah Kabupaten Sleman sendiri ada 36 sekolah SMK dengan jumlah peserta 7.195. Seluruh SMK melakukan ujian secara mandiri dan tidak ada yang bergabung ke sekolah lain. Ujian akan berlangsung selama empat hari dan setiap hari di bagi menjadi beberapa sesi tergantung dari jumlah peserta ujian dan sarana prasarana yang dimiliki sekolah.  

Dalam kesempatan itu, Priyo juga berharap setia orang tua juga memperhatikan putra-putrinya dan meminta agar mereka untuk sementara tidak keluar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Perlu ada sinergi dari kita semua, agar apapun yang kita lakukan kita tidak berjalan sendiri. Orang tua harus lebih peduli dan anak bisa mengurangi aktivitas di luar sepanjang tidak terlalu penting. Karena virus ini kan tidak kelihatan, bisa di mana-mana kita temukan," paparnya.

UNBK SMK di Gunungkidul Tetap Terlaksana, Seluruh Alat Disterilisasi

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Sadewa, Harminto mengatakan bahwa di tempatnya UNBK berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Terkait dengan kasus Covid-19 ini, ia menjelaskan bahwa lantaran SMK Sadewa adalah sekolah kesehatan maka para siswanya sudah terbiasa untuk hidup bersih.

"Para siswa malah membuat hand sanitizer sendiri dan selalu dipakai setiap saat," paparnya.  

Namun demikian, ia pun tetap melakukan antisipasi dan bagi peserta yang sakit ia berpesan agar tidak memaksakan diri mengikuti ujian karena ada jadwal ujian susulan.

Siswa yang sakit dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, dan jika ada siswa sakit di sekolah, pihaknya juga akan langsung melakukan pemeriksaan bekerjasama dengan RSKIA Sadewa. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved