Gunungkidul

Antisipasi Corona, Sekolah Giatkan Gerakan Cuci Tangan Hingga Tunda Study Tour

Seluruh sekolah jenjang PAUD hingga SMA/SMK sederajat di Gunungkidul semakin menggiatkan perilaku bersih dan sehat pada semua pelajar. Hal tersebut se

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Seluruh sekolah jenjang PAUD hingga SMA/SMK sederajat di Gunungkidul semakin menggiatkan perilaku bersih dan sehat pada semua pelajar.

Hal tersebut sesuai Surat Edaran dari Disdikpora DIY.

SMAN 1 Playen misalnya, meningkatkan kebiasaan mencuci tangan ke seluruh pelajar.

"Setiap kelas juga sudah disediakan keran air untuk mencuci tangan. Posisinya berada di depan ruangan," kata Kepala SMAN 1 Playen Aji Pramono ditemui pada Rabu (11/03/2020).

RSUD Wonosari Ditunjuk Jadi Salah Satu Rujukan Pasien Corona

Hal serupa juga turut dilakukan oleh SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Playen.

Wisnu Giri Antono dari Tim Kesiswaan mengatakan saat ini seluruh wastafel di tiap kelas sudah diaktifkan.

Sabun serta kain lap juga turut disiapkan. Sosialisasi mengenai cara mencuci tangan yang benar pun sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Wali kelas kami minta untuk mengontrol dan mengecek kondisi kain lap agar rutin dicuci," kata Wisnu.

Sekolah-sekolah pun turut mengupayakan pengadaan masker bagi pelajar.

Namun mengingat saat ini stoknya terbatas, maka masker diprioritaskan bagi mereka yang sedang sakit.

SMAN 1 Playen pun juga menunda kegiatan Study Tour ke Bali yang seharusnya dilaksanakan pada Maret ini.

Penundaan ini sesuai imbauan Disdikpora DIY agar kegiatan di luar sekolah dikurangi.

Dua ODP Diperbolehkan Pulang, RSUD Panembahan Senopati Tinggal Isolasi 1 PDP Covid-19

"Namun seluruh ekstrakurikuler yang dilakukan di lingkungan sekolah tetap berjalan seperti biasa," kata Aji.

Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid menyampaikan Surat Edaran tersebut juga mengimbau agar sekolah-sekolah menciptakan situasi yang tenang agar aktivitas pendidikan tetap berjalan normal.

Surat Edaran Disdikpora DIY tersebut ditandatangani oleh Gubernur DIY dan telah diedarkan sejak 6 Maret silam.

"Surat Edaran beserta imbauannya sudah kami sampaikan ke seluruh sekolah," kata Bahron melalui pesan singkat, Selasa (10/03/2020) kemarin.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved