Jawa
Terdampak Virus Corona, Kunjungan Wisman ke Candi Borobudur Turun 30 Persen
Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mengalami penurunan sebesar 30 persen.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mengalami penurunan sebesar 30 persen.
Penurunan jumlah wisman ke Candi Borobudur ini dipengaruhi oleh dampak penyakit virus corona atau COVID-19.
Sekretaris Perusahaan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Emilia Eny Utari mengatakan, virus corona ini membawa dampak menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur, hingga 30 persen.
Penurunan ini juga terjadi di Candi Prambanan.
• Wisman Candi Borobudur Diperiksa Menggunakan Thermal Scanner
“Iya ada dampak (akibat corona). Kunjungan, wisman menurun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu sampai Februari, penurunan sampai 30 persen. Tahun lalu ya, kalau dibandingkan di Borobudur. Prambanan juga sama. Semua turun 30 persen," kata Emilia di Borobudur, Sabtu (7/3/2020) kemarin.
Berdasarkan data, pada bulan Januari 2018 terdapat 16.907 wisman, Februari 2018 sebanyak 21.505 wisman.
Pada bulan Januari 2019, 13.398 wisman dan Februari 2019, sebanyak 16.642 wisman.
Jumlah ini menurun pada tahun 2020, Januari 2020 terdapat 15.603 wisman dan Februari, 11.506 wisman.
Emilia mengatakan, wisman paling banyak berasal dari Eropa.
Sebelumnya, wisman yang dominan berasal dari China. Namun, setelah adanya kasus corona tersebut, mereka tidak berkunjung di Candi Borobudur.
“Wisman kebanyakan dari Eropa sekarang. Eropa, karena sebelumnya Asia terbesar, China tutup, sehingga tidak boleh masuk. Begitu juga Korea. Singapura mulai kecenderungan begitu, tapi masih ada beberapa saja,” katanya.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Dikarenakan kunjungan wisman menurun, pihak pengelola tetap berupaya meningkatkan kunjungan wisata ke Candi Borobudur, khususnya kunjungan domestik atau wisatawan nusantara.
“Kita meningkatkan yang domestik. Domestik kita tingkatkan sesuai anjuran pemerintah, supaya wisatawan domestik tidak usah keluar negeri kan, mereka di dalam negeri tetap aman,” kata Emilia.
Sementara itu, demi mencegah penyebaran virus corona, pihak pengelola melakukan berbagai langkah antisipasi.
Wisatawan mancanegara yang masuk ke Candi Borobudur diperiksa suhu tubuhnya menggunakan alat thermal scanner.
Sejumlah titik candi juga disediakan hand sanitizer.
“Mereka (wisatawan) tahu bahwa ini dilakukan supaya kita semuanya aman dan tidak ada keresahan. Kalau diperiksa, dia aman dan sehat, mereka dapat berwisata,” pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terdampak-virus-corona-kunjungan-wisman-ke-candi-borobudur-turun-30-persen.jpg)