Program 'Belonjo Warung Tonggo' Siap Diberlakukan di Magelang

Edi berharap melalui program ini, pertumbuhan finansial umkm yang ada di Kabupaten Magelang bisa terangkat

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
BELONJO WARUNG TONGGO: Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi melakukan uji coba program “Belonjo Warung Tonggo” 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi akan memberlakukan uji coba program “belonjo warung tonggo” untuk meningkatkan produktivitas umkm di Kabupaten Magelang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Magelang, Grengseng Pamuji saat soft launching program tersebut di Pendopo Merapi, Komplek Rumah Dinas Bupati Magelang, Rabu (06/05/2026) siang.

“Program ini berawal dari pemikiran yang sangat sederhana, bagaimana kita, asn di Kabupaten Magelang bisa berpartisipasi dalam mengamankan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang. Pada posisi ini apa yang dipilih dan bagaimana caranya, akhirnya muncullah belonjo warung tonggo melalui qris, supaya lebih terkoordinir,” Jelas Bupati Magelang, Grengseng Pamuji di hadapan para pedagang yang akan menerima manfaat program “belonjo warung tonggo”.

Mulai dari 3 desa

Ia menegaskan baru memulai dari 3 desa di Kabupaten Magelang yakni, Desa Deyangan, Kelurahan Sawitan dan Kelurahan Mendut yang berada di lingkungan komplek Pemkab Magelang terlebih dahulu. Nantinya, setelah program ini berjalan baru meluas ke seluruh warung yang ada di Kabupaten Magelang.

“Ini baru soft launching terlebih dahulu, jika tidak ada masalah barulah nanti di tanggal 20 Mei kita launching seluruh Kabupaten Magelang, jadi semua asn yang ada dilingkungan Pemkab Magelang wajib berbelanja di warung warung yang ada disekitarnya,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono menambahkan program belonjo warung tonggo mulai hari ini secara resmi mulai diluncurkan. Data sementara, sudah ada 155 warung dari 266 warung yang diusulkan.

“Setiap warung yang diusulkan tersebut kita verifikasi terlebih dahulu, jika kriteria terpenuhi, diantaranya warung kecil, barulah kita masukkan dalam program sementara warung dengan kriteria minimarket sudah tidak masuk program ini,” Jelas Edi.

Dia melanjutkan melalui program ini Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN akan ditransfer melalui dompet digital untuk dibelanjakan kepada warung warung yang sudah memiliki barcode khusus. Setelah itu, barulah bisa diambil secara tunai.

“Tidak ada batas minimal belanja, yang penting sudah dibelanjakan sesuai kebutuhan baru bisa diambil secara tunai,” Imbuh Edi.

Tingkatkan pertumbuhan finansial

Edi berharap melalui program ini, pertumbuhan finansial umkm yang ada di Kabupaten Magelang bisa terangkat dengan tambahan putaran ekonomi dari dompet digital ASN yang ada di Kabupaten Magelang.

Penerima manfaat program “Belonjo Warung Tonggo”, Nur Hikmah mengaku senang bisa mendapatkan manfaat dari program ini. Terlebih, keberadaan warungnya di lapangan Soepardi hanya mengandalkan pengunjung lapangan yang ramai pada hari hari tertentu saja.

“Harapannya nanti kalau ada asn wajib berbelanja kan mereka jadi beli makanan di warung kami, sehingga ada pemasukan di hari efektif,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengaku selama ini masih jarang menggunakan pembayaran dengan qris sehingga bisa menambah pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dari perbankan.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved