Viral Surat Edaran Bebas Kucing di Kampus ITS, Begini Penjelasan Universitas
Viral surat edaran tentang kampus ITS bebas kucing tersebar di media sosial.Pihak kampus beri klarifikasi terkait kesalahan penulisan dalam surat.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Rina Eviana
Surat edaran tersebut menimbulkan kontroversi di media sosial.
• Sadis! Ratusan Kucing Direbus Hidup-hidup Kulitnya Diambil untuk Dibuat Jaket dan Akesori Lain
Namun Anggra menjelaskan bahwa poin pentingnya adalah area kantor dan unit bebas kucing.
Anggra juga menjelaskan surat edaran tersebut untuk himbauan suasana kerja yang nyaman dan baik untuk internal ITS maupun tamu yang berkunjung.
"Jadi kami garis bawahi, tidak ada maksud dari kami untuk menyingkirkan kucing di area kampus ITS atau melarang para pecinta kucing yang kebanyakan mahasiswa ITS sendiri untuk merawat mereka di luar lingkungan kantor atau unit kerja ITS," jelas perempuan lulusan S2 Manajemen Teknologi ITS tersebut.
Pihak kampus berharap surat edaran yang viral di media sosial tersebut dapat dipahami oleh masyarakat dan tidak sembarang menyimpulkan.
Anggra mengaku memang ada kesalahan dalam penulisan paragraf pertama. Surat edaran ini dtujukan untuk membentuk Eco Campus.
Eco Campus ini bertujuan untuk mendukung lingkungan kampus hijau yang menjaga flora dan fauna di dalamnya.
"Kami kampus ITS yang memiliki program Eco Campus jelas sangat mendukung dengan adanya keselarasan lingkungan yang ada di ITS baik flora dan fauna yang ada di lingkungan kampus," kata Anggra.
"Dan kami sadari keberadaan satwa seperti berbagai jenis burung yang masih banyak, tupai, kucing maupun satwa lain semua akan menambah daya tarik ITS sebagai kampus hijau," tutup Anggra.
• Viral Foto Menggemaskan Kucing Pakai Masker di Tengah Wabah Virus Corona, Diajak Pemilik Jalan-jalan
Banyak pembela kesejahteraan satwa yang mengkritik kebijakan itu. Salah satunya Garda Satwa Foundation melalui akun Instagram, mereka mengkritik aturan itu.
"Kampus bebas kucing? Kenapa? Kucing sejak dulu memang habitatnya sudah sama seperti kita, sama seperti burung, di mana-mana ada. Lantas apa burung juga diusir dari kampus? Memelihara kucing = memelihara lingkungan hidup, justru harusnya dibudayakan, bukannya dilarang.
Permasalahannya apa? Kotor? Manusia juga menghasilkan sampah kok, bahkan banyak yang tidak bisa diurai.
Kotorannya bau? Yah dibersihkan. Manusia juga kotorannya bau, tapi dibersihkan beres bukan? Apalagi.
Suka mengacak sampah? Ya beri makan. Kucing kenyang ga akan mau makan yang ada di sampah.
Beranak pinak? Ya di steril.
Takut menyebarkan penyakit? Ya divaksin.
Semudah itu solusinya. Kerjakan bersama-sama penduduk kampus, pasti terasa mudah, dan semakin lama semakin terbiasa.
Menjadikan tempat bebas kucing itu agak mustahil karena kucing binatang teritorial, ada teritori yang kosong ya dia isi.
Semoga solusi ini diterima dengan baik," tulis akun Instagram @gardasatwafoundation.
( Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/viral-aksi-nekat-pria-baruh-baya-memakan-kucing.jpg)