Pendidikan

Pelajar DIY Deklarasikan Diri Tolak Kejahatan di Jalanan

Sebanyak 71 pelajar dari 27 sekolah jenjang SMA/SMK di DIY mendeklarasikan diri menolak aksi kejahatan di jalanan pada Rabu (26/2/2020) di Disdikpora

Pelajar DIY Deklarasikan Diri Tolak Kejahatan di Jalanan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Sebanyak 71 pelajar dari 27 sekolah jenjang SMA/SMK di DIY mendeklarasikan diri menolak aksi kejahatan di jalanan pada Rabu (26/2/2020) di Disdikpora DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 71 pelajar dari 27 sekolah jenjang SMA/SMK di DIY mendeklarasikan diri menolak aksi kejahatan di jalanan pada Rabu (26/2/2020) di Disdikpora DIY.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY Isti Triasih mengatakan, deklarasi tersebut sebagai langkah preventif untuk menekan angka kejahatan di jalanan yang berpotensi dilakukan para pelajar.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran kepada para siswa untuk tidak melakukan kejahatan di jalanan.

"Kita berusaha mengajak beberapa sekolah, berikutnya juga ada sekolah lain yang kita undang sehingga kita buka hati mereka juga biar mereka tanggung jawab dengan diri mereka sendiri," kata dia.

Polresta Yogya: Potensi Kejahatan Jalanan Masih Ada

Salah satu faktor penyebab para pelajar melakukan tindak kejahatan di jalanan, menurut Isti, biasanya berasal dari faktor keluarga.

"Dari segi keutuhan rumah tangga itu juga sangat berpengaruh. Kadang-kadang anak-anak juga mencari jati diri sendiri, nah inilah yang harus kita arahkan anak-anak seperti itu. Di sekolah kita upaya-upaya sudah banyak untuk memberikan penguatan pada anak-anak melalui Guru Bimbingan Konseling," ujarnya.

Sementara itu, Kasie Pelatihan dan Kemampuan Subdit Bhabinkamtimbmas Polda DIY AKP Murniani yang menjadi narasumber pada kegiatan deklarasi ini mengatakan Polda DIY dan Disdikpora DIY menginisiasi program Satu Sekolah Dua Polisi (SSDP).

Program SSDP tersebut sebagai upaya dari kepolisian guna menekan tindak kejahatan di jalanan.

Selain itu, program ini juga untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

Antisipasi Klitih, Polsek di Kota Yogya Giatkan Operasi Ketertiban di Malam Hari

"Tujuannya untuk menciptakan kamtibmas di sekolah. Ketika ada persoalan bisa konsultasi dengan sekolah," kata dia.

Program ini dengan menempatkan dua orang polisi di sekolah-sekolah yang dianggap rawan untuk melakukan kenakalan pelajar.

Selain itu upaya-upaya yang dilakukan untuk menekan angka kejahatan di jalanan yakni dengan melakukan patroli rutin.

Sebab menurutnya, pelaku kejahatan jalanan tidak selalu dilakukan oleh seorang pelajar.

"Pelaku kejahatan jalanan bisa dilakukan oleh pelaku kriminal murni, yang bukan geng sekolah," paparnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved