Siswa SMP di Sleman Hanyut

Cerita Korban Selamat Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Ngeyel Tak Mau Turuti Perintah Kakak Pembina

Nindia yang alumni sekolah itu pun heran, mengapa dalam kondisi cuaca mendung pihak pembina tetap bersikeras melanjutkan susur sungai

Cerita Korban Selamat Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Ngeyel Tak Mau Turuti Perintah Kakak Pembina
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Siswa-siswi SMPN 1 Turi mendapatkan pendampingan trauma healing di hari pertama mereka ke sekolah pasca laka Sungai Sempor. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Siswa-siswi SMPN 1 Turi mendapatkan pendampingan trauma healing di hari pertama mereka ke sekolah pascainsiden susur Sungai Sempor.

Hari itu tak banyak aktivitas siswa di luar kelas. Di setiap sudut lebih banyak didominasi oleh jajaran kepolisian, media massa, dan pegawai pemerintah.

Kasus ini menjadi banyak perhatian semua pihak, bahkan pascakejadian banyak yang institusi yang menerjunkan personelnya yang ahli dalam trauma healing.

Tim gabungan ini berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam hal ini menerjunkan Tim Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Tim Psikolog Puskesmas Kabupaten Sleman dan wilayah DIY, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPKI) dan HIMPSI, Baznas Kabupaten Sleman, para tenaga relawan psikolog dari universitas, mahasiswa mapro dan S1 psikologi di universitas/perguruan tinggi, dan elemen lain yang terkait.

Fakultas Psikologi UGM saat memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa SMPN 1 Turi yang selamat dari musibah susur sungai.
Fakultas Psikologi UGM saat memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa SMPN 1 Turi yang selamat dari musibah susur sungai. (istimewa)

Banyaknya pihak yang terlibat untuk penyembuhan trauma yang dialami anak, diapresiasi orang tua dan kerabat.

Salah satunya adalah Nindia (21) warga Wonokerto Turi, kakak dari pelajar kelas 8, Annisa Ramadhani (15).

Annisa adalah salah satu siswi yang selamat dalam insiden tersebut.

"Memang harus ada (pendampingan) untuk mengurangi trauma pada anak. Mereka juga masih sekolah, di jenjang berikutnya pasti ada kegiatan di luar lagi," ucap Nindia yang datang ke sekolah untuk menjemput adiknya.

Polda DIY Tetapkan Dua Tersangka Baru Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, Keduanya Langsung DItahan

PGRI Akan Berikan Pendampingan Hukum ke Tersangka Insiden Susur Sungai Sempor

Sebelum lebih jauh menceritakan kondisi adiknya saat ini, Nindia mengisahkan bahwa ia dan orangtua tidak tahu bahwa Jumat (21/2/2020) sore itu akan ada agenda susur sungai dalam kegiatan rutin Pramuka.

"Tidak ada pemberitahuan dari sekolah, adik saya juga tahunya dari status WA (WhatsApp) sehari sebelumnya. Dia juga enggak bilang ke keluarga kalau mau susur sungai, cuma minta di jemput jam 4 sore," tuturnya, Senin (24/2/2020).

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved