Kulon Progo

Bupati Kulon Progo Hadiri Doa Bersama di Underpass Kulur

Doa bersama ini ditujukan untuk mendoakan kedua korban tewas tenggelam di Underpas Kulur serta memohon agar kejadian serupa tidak terulang.

Bupati Kulon Progo Hadiri Doa Bersama di Underpass Kulur
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Bupati Kulon Progo saat menghadiri acara doa bersama di Underpass Kulur 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pascakejadian tenggelamnya sejumlah pelajar yang menewaskan dua orang beberapa waktu yang lalu di Underpass Kulur, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Senin (24/2/2020) segenap warga masyarakat menggelar doa bersama di sekitar Underpas.

Doa bersama ini ditujukan untuk mendoakan kedua korban yang ditemukan tewas tenggelam di Underpas Kulur serta memohon agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pada kegiatan ini, Bupati Kulon Progo beserta sejumlah Kepala Dinas juga hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memanjatkan doa bersama.

Bupati Kulon Progo Minta Ada Penanganan Permanen di Underpass Kulur Pasca Tewasnya 2 Pelajar

Ayat-ayat doa pun terus dikumandangkan, memecah keheningan seputar lokasi Underpas Kulur.

Terlihat Bupati Kulon Progo yang mengenakan baju koko berwarna putih lengkap dengan peci, dengan khusuk memanjatkan doa sembari bersila di samping Underpass Kulur.

Pada kesempatan tersebut Bupati Kulon Progo, Sutedjo, menyampaikan rasa belasungkawanya yang mendalam secara pribadi maupun mewakili pemerintah Kabupaten.

Selain itu dia berharap bahwa kejadia kemarin merupakan kejadian yang terakhir kalinya.

Di hadapan masyarakat, dirinya juga menegaskan bahwa sudah melakukan upaya untuk mengeringkan air di dalam Underpass Kulur.

Kesaksian Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi yang Selamat : Sempat Hanyut dan Diselamatkan Temannya

"Hari ini sudah kita kerahkan 5 mesin pompa untuk mengeringkan atau setidaknya mengurangi ketinggian air sampai titik di mana tidak berbahaya lagi bagi Masyarakat," jelasnya.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat yang tinggal disekitar lokasi tersebut untuk senantiasa waspada.

"Terutama untuk yang memiliki anak-anak maupun orang tua yang sudah lanjut usia, harus lebih berhati-hati untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan," katanya.

Acara doa bersama ini lalu ditutup dengan tabur bunga di lokasi kejadian, bersama dengan keluarga korban dan dilanjutkan dengan peninjauan mesin air. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved