Siswa di Sleman Hanyut
Kesaksian Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi yang Selamat : Sempat Hanyut dan Diselamatkan Temannya
Seorang temannya yang lain bahkan berpegangan ke bambu di mana di ujung satunya ada teman lain yang berusaha menarik, namun bambu itu akhirnya patah.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pelajar kelas 8 SMP N 1 Turi, ND (14) adalah satu dari beberapa orang yang finish pertama dalam kegiatan susur sungai Sungai Sempor, dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020).
ND yang merupakan warga Purwobinangun, Pakem ini menceritakan bahwa ia sempat terseret arus sungai yang mendadak membesar kemarin.
Ia menceritakan bahwa ini adalah aktivitas susur sungai keduanya.
Tahun lalu ia melakukan hal serupa di aliran sungai yang sama.
• Ayah Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi Kenang Impian Lathifa untuk Jadi Dokter
"Kemarin Kamis itu di umumkan ada susur sungai dari dewan pembina," ujarnya saat ditemui Sabtu (22/2).
Hari Jumat di mana ia bersama ratusan temannya mulai jalan dari sekolah ke sungai sekitar pukul 13.30.
Ia mengungkapkan bahwa saat itu tidak turun hujan, namun awan memang sedang mendung.
Ia mengatakan setelah jalan dari sekolah ke lokasi start, tak ada arahan dari pembina Pramuka-nya.
Para siswa itu pun turun secara sendiri-sendiri sekitar pukul 14.00, saat itu ia berada di tengah rombongan.
Hingga akhirnya ia berhasil menyusul dan berada di deretan paling depan rombongan.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
"Kita tidak bawa tali. Tongkat juga satu, yang bawa pemimpin regu yang bawa bendera," terangnya.
Ia mengatakan bahwa saat itu memang ada pembina yang ikut turun menyusur sungai, di posisi start, tengah dan finish.
Ia menceritakan, ketika pertama turun sungai, air sudah setinggi lututnya dan tidak keruh.
Arusnya pun tidak kencang.
Tapi sampai di titik finish, sekitar satu jam kemudian air mendadak meninggi.