Yogyakarta
Bidang Terdampak Tol Yogyakarta di Sendangadi dan Sinduadi Lebih Banyak Tempat Usaha
Sosialisasi pembangunan Tol Solo-Yogya terus berlanjut dan kali ini giliran warga Desa Sendangadi dan Sinduadi di Kecamatan Mlati.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
"Dalam appraisal harus didampingi oleh pemilik bidang, dengan maksud untuk mengetahui nantinya data yang berkaitan dengan penghitungan fisik dan non fisik," terangnya.
Adapun salah satu tempat usaha yang terdampak adalah jasa taksi yang berada di Sendangadi.
Ahmad, staf admin perusahan taksi tersebut mengatakan bisnis taksi itu sudah di sana paling tidak sejak tahun 2008. Bisnis taksi itu menyewa tanah kas desa dengan membayar per tahun.
"Kebetulan kami di tanah kas desa. Untuk tanah kas desa pengurusannya diserahkan ke desa, kalau kita di ranah fisik atau non fisik untuk ganti untungnya. Lalau non fisik sejauh mana usaha terganggu. Kalau fisik berarti bangunannya," terangnya.
Dari informasi yang ia dapat, hampir semua bangunan akan terdampak dalam pembangunan tol ini.
Mau tidak mau, mereka harus pindah.
Namun pembahasan tentang mau ke mana mereka akan pindah, itu belum dibahas secara menyeluruh oleh kantornya.
• Perubahan Desain Tol Yogyakarta di Monjali Perbanyak Bidang yang Terdampak
Jalan Harus Memutar
Perubahan desain tol di simpang Monjali memperbanyak bidang yang terdampak.
Semula tol akan dibangun elevated.
Namun karena pertimbangan garis imajiner, maka desain diubah menjadi etgrade.
Krido mengatakan, pembangunan tol tak akan mematikan jalan yang sudah ada.
Rencananya arus dari utar ke selatan atau dari jalan Palagan Tentara Pelajar ke jalan Monjali akan diputar ke timur.
• Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo di Atas Ring Road Berdampak Pada Kampus UPN, Amikom, Mercu Buana 3
Sebaliknya arus dari selatan ke utara atau dari jalan Monjali ke jalan Palagan Tentara Pelajar akan diarahkan memutar ke barat.
"Dari selatan harus ke barat 350 meter baru memutar ke timur untuk kemudian belok ke utara. Kalau yang dari utara ke selatan harus memutar ke timur dulu lebih kurang 700 meter, baru memutar ke barat untuk kemudian bisa belok ke selatan," ujarnya.
Desain ini menurutnya untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Sedangkan fungsi ringroad lama akan bergeser ke arah utara dan selatan tol.
Selain itu bergerak ke arah barat, tol akan dibangun sejajar dengan Jombor Fly Over, tepatnya di selatan Flyover. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jalur-tol-yogyakarta-solo-desain-tol-di-simpang-monjali.jpg)