Turki Akui Dua Tentaranya Tewas di Idlib, 10 Kendaraan Tempurnya Hancur Terkena Bom
Menurut pengumuman Kemenhan Turki, dua tentara itu tewas akibat serangan udara. Lima prajurit lainnya terluka
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan dua tentaranya tewas di Idlib, Suriah.
Pengumuman disampaikan Kamis (20/2/2020) malam waktu Ankara. Demikian diwartakan Al Masdar News (AMN) dari Beirut, Lebanon.
Menurut pengumuman Kemenhan Turki, dua tentara itu tewas akibat serangan udara. Lima prajurit lainnya terluka. Tidak disebutkan secara rinci lokasi mereka saat diserang.
Namun laporan-laporan yang muncul sebelumnya, pasukan Suriah mematahkan serangan besar kelompok bersenjata ke Al- Nayrab, dekat kota penting Al-Saraqib.
Detail informasi dari lapangan sedang dilengkapi kantor berita Suriah, SANA. Demikian dikutip Sputniknews.com, Kamis (20/2/2020).
• Pasukan Suriah Patahkan Serangan Besar Kelompok Bersenjata di Idlib
• Dikawal Polisi Militer Rusia, Turki Tarik Tentara dari Pos Terdepan Idlib
Jaringan berita Al Masdar News yang berpusat di Beirut, Lebanon, menyebut serangan besar kelompok Hayat Tahrir al-Sham dan Tentara Nasional Suriah (SNA) itu didukung militer Turki.
Kedua kelompok militan itu memperoleh dukungan penuh dari Ankara. Kontak tembak skala berat pecah di sisi kota Nayrab.
Sumber militer Suriah kepada Russia Today berbahasa Arab mengatakan, beberapa kendaraan tempur Turki dihancurkan.
Sumber di lapangan dikutip Al Masdar News menambahkan, jet pengebom Su-24 Rusia turut dikerahkan saat pertempuran berlangsung.
Sementara Turki menggunakan peluncur roket ganda, saat menggempur lapis pertahanan pasukan Suriah di sisi barat Al-Nayrab.
Bmun kabar dari berbagai sumber ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak independen. Turki juga belum merespon situasi terakhir di Nayrab ini.
Perkembangan lain, militer Rusia yang mengontrol sebagian dara Suriah, menutup lalulintas udara di Suriah bagian utara.
Zona larangan terbang itu bertujuan mencegah Turki mengerahkan armada udaranya ke Suriah.
Presiden Turki Tayyip Erdogan untuk ke sekian kali mengancam akan melancarkan serangan segera ke pasukan Suriah, jika tak segera mundur dari Idlib atau sekitar pos-pos militer Turki.
“Seperti operasi sebelumnya, kami katakan operasi kita bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata Erdogan di depan anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Ankara, Rabu (18/2/2020) waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pasukan-suriah-siap-bantu-kurdi-hadapi-turki-mulai-bergerak-ke-perbatasan.jpg)