Gunungkidul

Komitmen Layak Anak Belum Maksimal, DP3AKBPMD Gunungkidul Lakukan Advokasi

DP3AKBPMD Gunungkidul melakukan pertemuan advokasi dengan Gugus Tugas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (18/02/2020).

Komitmen Layak Anak Belum Maksimal, DP3AKBPMD Gunungkidul Lakukan Advokasi
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Pertemuan advokasi Kabupaten Layak Anak di DP3AKBPMD Gunungkidul, Selasa (18/02/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - DP3AKBPMD Gunungkidul melakukan pertemuan advokasi dengan Gugus Tugas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa (18/02/2020).

Advokasi membicarakan upaya Gunungkidul menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA)

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AKBPMD Gunungkidul Rumi Hayati mengatakan sampai saat ini komitmen mewujudkan KLA belum optimal.

"Selain komitmen seluruh OPD, kendalanya juga ada pada minimnya anggaran dan kurangnya inovasi program," jelas Rumi di Aula DP3AKBPMD Gunungkidul.

Dinkes Gunungkidul Siapkan Surat Edaran untuk Tekan Kasus DBD

Salah satu kurangnya inovasi adalah belum dilibatkannya forum anak di tiap OPD.

Padahal keterlibatan mereka menjadi satu dari 24 indikator tercapainya predikat Layak Anak.

Meski saat ini gerakan Layak Anak sudah ditetapkan di 18 kecamatan, Rumi mengatakan baru 79 desa yang menginisiasi program dari pemerintah pusat tersebut.

Gerakan Layak Anak di Gunungkidul sendiri sudah diinisiasi sejak 2011 dengan predikat Pratama.

Namun sejak 2015 kabupaten ini hanya berhasil mencapai satu tingkat di atasnya.

"Sejak 2015 hingga saat ini, status Gunungkidul masih Madya. Padahal masih ada predikat Nindya dan Utama di atasnya," ujar Rumi.

Pemkab Gunungkidul Pastikan Tak Ada Warganya Ikut Karantina Corona

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2 DIY Werdi Wyandani turut dihadirkan dalam advokasi tersebut, agar seluruh Gugus Tugas memahami konsep KLA.

Werdi mengatakan hingga saat ini baru ada 2 wilayah di DIY yang mendapat predikat Nindya Layak Anak, yaitu Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

"Sedangkan Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul sampai saat ini masih berstatus Madya. Ini yang kami upayakan supaya status tersebut meningkat," ujar Werdi.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved