Kuliner
Sarapan Sate Kambing Bumbu Kacang di Warung Sate Pak Meyet
Sate kambing Pak Meyet ini memiliki potongan daging yang cukup besar. Daging disajikan telah dilepas dari tusuknya setelah dibakar.
Penulis: Hamim Thohari | Editor: Gaya Lufityanti
Bumbu kacang yang gurih manis dan lumayan pedas, berpadu apik dengan citarasa daging kambing.
Sebagai pendamping, disediakan lalapan berupa potongan kol dan timun.
Selain sate bumbu kacang, pengunjung juga bisa memilih sate bumbu kecap atau sate klathak.
"Di sini juga ada ada tonseng, dari daging, kepala, hingga otak. Gulai tulang dan jeroan kami juga punya," jelas Wawan.
Untuk harga, seporsi sate bumbu (beserta nasi dan minum) dihargai hanya Rp 23 ribu.
Untuk sate klathaknya sedikit lebih mahal yakni Rp 25 ribu.
Tongseng daging harga per porsinya sama dengan sate bumbu, dan tongseng kepala atau otak Rp 20 ribu.
"Gulai balungan jika makan sini Rp 20 ribu udah komplit nasi dan minum. Yang gulai biasa hanya Rp 15 ribu," kata Wawan.
• Sate Ratu dari Yogyakarta Jadi Juara di Kompetisi Kuliner Tingkat Nasional
Rasa yang mumpuni dan harga terjangkau membuat tempat makan ini selalu ramai pembeli.
Maka tidak heran dalam sehari bisa menghabiskan empat ekor kambing.
Bahkan jika akhir pekan bisa sampai habis enam ekor kambing.
Wawan sendiri meneruskan usaha terun temurun keluarga.
"Awalnya dari simbah yang jualan. Terus tahun 1983 Bapak saya meneruskan usaha warung sate, hingga sekarang saya yang melanjutkan," cerita Wawan.
Jika Tribunners ingin sarapan dengan menu yang sedikit berbeda, silahkan datang ke sate Pak Meyet ini.
Jangan lupa jaga kesehatan agar terus bisa wisata kuliner. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-pak-meyet-1.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-pak-meyet-4.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-pak-meyet-3.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sate-pak-meyet-2.jpg)