Kota Yogya

Kerap Hilang, Guiding Block Pedestrian Suroto Diduga Sengaja Dicuri

Hilangnya guiding block yang berfungsi sebagai pemandu penyandang disabilitas khususnya tunanetra itu bukan sekali dua kali didapati.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Forpi Yogyakarta
Sejumlah guiding block di area pedestrian Suroto yang ditemukan hilang belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jogja Police Watch (JPW) meminta pemerintah kota (Pemkot) Yogyakarta untuk serius mengambil langkah soal temuan guiding block yang kerap hilang di kawasan pedestrian Yogyakarta

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) selaku OPD terkait diminta membuat laporan kepada pihak berwajib guna menindaklanjuti fenomena tersebut.

"Bisa jadi ada motif lain misalnya ekonomi dalam kasus guiding block yang hilang ini. Karena berbahan alumunium jadi sangat laku untuk dijual," kata Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, Senin (17/2/2020).

BREAKING NEWS : 529 Guiding Block Jalan Suroto Hilang Dicuri

Hilangnya guiding block yang berfungsi sebagai pemandu penyandang disabilitas khususnya tunanetra itu bukan sekali dua kali didapati.

Kasus ini seolah berlarut-larut dan tidak ditindaklanjuti dengan serius. 

Kawasan Malioboro yang menjadi pusat wisatawan juga pernah didapati hal serupa beberapa waktu lalu.

Selain itu, area pedestrian Suroto beberapa bulan setelah diresmikan pada akhir 2018 lalu juga mengalami hal serupa.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Baru-baru ini temuan serupa juga masih ditemukan. Forpi mencatat setidaknya terdapat ratusan guiding block hilang di titik sejumlah titik pedestrian Suroto.

Pada gedung Bentara Budaya Yogyakarta hingga di depan kantor Partai Golongan Karya (Golkar) DIY, 101 guiding block dinyatakan raib.

Sementara, di utara Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Yogyakarta sedikitnya 25 guiding block lenyap pada kawasan itu.

"Jika memang benar raibnya ratusan guiding block di kawasan pedestrian Kotabaru Yogyakarta dicuri orang, kami mendorong Pemkot Yogyakarta untuk melaporkan kasus ini," ungkap Kamba. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved