Breaking News:

Kota Yogya

DLH Kota Yogyakarta Gunakan Maggot Kelola Sampah Organik

Nantinya penggunaan maggot akan dikhususkan bagi sampah organik serta ditempatkan di rumah kompos sekaligus proses produksi.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kondisi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang tidak lagi seimbang antara penggunaan alat berat dengan volume sampah yang masuk membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengoptimalkan upaya pengelolaan sampah.

Pada 2019 lalu, DLH memperbesar kapasitas rumah kompos hingga mencapai daya tampung hingga dua kali lipat dari sebelumnya.

Saat ini kapasitas sudah mencapai sekira 20 ton per bulan dari yang sebelumnya hanya 10 ton.

DLH Kota Yogya akan Bangun 6 RTHP Ramah Anak

"Tahun ini kami coba dengan alternatif yang lain. Kita bekerjasama dengan kampus untuk pengelolaan sampah," kata Kepala DLH Kota Yogyakarta, Suyana, Kamis (13/2/2020).

Suyana menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan proses pengelolaan sampah dengan menggunakan metode maggot atau belatung yang merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia Illucens, Stratimydae, Diptera) atau BSF.

Nantinya, penggunaan metode tersebut akan dikhususkan bagi sampah organik serta ditempatkan di rumah kompos sekaligus proses produksi.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Perguruan tinggi yang digandeng akan berperan dalam menciptakan teknologi yang tepat dalam melakukan pengelolaan sampah dengan metode itu.

"Nanti akan kita sediakan tempat di sana dan tetap lewat pendampingan kampus. Sekarang masih diteliti program dan teknologinya seperti apa," jelas dia.

Sementara, untuk pengelolaan sampah non organik DLH akan lebih menekankan pada peran bank sampah. Sehingga, fokus pengelolaan akan dilakukan pada upaya pengelolaaan samapah organik. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved