Presiden Turki Tayyip Erdogan Ancam Tembak Semua Pesawat Suriah yang Masuk Idlib

Presiden Turki Tayyip Erdogan Ancam Tembak Semua Pesawat Suriah yang Masuk Idlib

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
YASIN BULBUL / AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

TRIBUNJGJA.COM, ANKARA – Presiden Turki Tayyip Erdogan mengancam akan menembak semua pesawat dan helikopter militer Suriah jika memasuki udara Idlib.

Ia tidak menyebut apakah ancaman itu juga ditujukan ke semua armada udara Rusia yang selama ini beroperasi membombardir kelompok pemberontak di Idlib.

Secara percaya diri, Erdogan di depan Parlemen Turki di Ankara, Rabu (12/2/2020) juga untuk kesekian kalinya mengancam akan mengerahkan pasukan darat guna mengusir tentara Suriah dari wilayah Provinsi Idlib.

Hingga hari ini ada 14 tentara Turki tewas di front tempur sekitar Idlib. Mereka sejak bulan lalu mendirikan pos-pos pemantauan, dan menduduki wilayah Suriah secara ilegal.

Erdogan mengatakan kepada parlemen, ia akan menyelesaikan semua misinya mengusir pasukan Suriah dari Idlib pada akhir Februari ini.

“Kita akan melakukan segalanya, tindakan di darat maupun udara,” kata Erdogan dikutip Aljazeera.com. Ia mengklaim 12 pos militer di Idlib didirikan Turki sebagai implementasi kesepakatan Sochi 2018.

Setelah Tujuh Tahun Berjuang, Suriah Rebut Kembali Kota Penting di Aleppo

Tiga Tentara Turki Tewas di Front Tempur Idlib Bagian Utara

Rusia dan Turki saat itu menjadi sponsor peredaan konflik Suriah, dan menyepakati zona de-eskalasi konflik di Idlib. Turki selanjutnya mengirimkan pasukan guna mengawasi pelaksanaan kesepakatan.

Sebelumnya, Erdogan secara terbuka mengultimatum pemerintah Suriah akan membayar sangat mahal atas operasi militernya di Idlib.

Namun di lapangan kesepakatan itu tinggal di atas kertas. Kelompok pemberontak yang jumlahnya belasan ribu dan bercokol di Idlib, terus menyerang pasukan Suriah.

Damaskus akhirnya menggelar operasi merebut Idlib sejak akhir Desember 2019, dan mencapai kemajuan sangat signifikan saat Kota Saraqib berhasil mereka rebut kembali.

Turki sangat berkepentingan atas Idlib, karena di provinsi inilah mereka membentuk dan memelihara sejumlah kelompok bersenjata yang memberontak.

Di antaranya yang paling besar kelompok hayat Tahrir al-Sham, yang dulunya bernama Front Nusra atau Jabhat al-Nusra.

Bentrokan Bersenjata Suriah vs Teroris Dukungan Turki Pecah di Sebelah Barat Saraqib

Ini kelompok bersenjata yang memiliki koneksi kuat dengan jaringan Al Qaeda. Ada lagi kelompok Free Syrian Army, yang selain dari Turki mendapat dukungan AS, Israel dan sekutu baratnya.

Masih ada lagi kelompok besar Jaish al-Islam, yang juga dekat dengan Turki dan sponsor dari negara-negara Arab.

Di Idlib yang langsung berbatasan dengan Turki, juga terdapat kantong permukiman etnis Uyghur, yang membentuk pasukan sendiri.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved