Bentrokan Bersenjata Suriah vs Teroris Dukungan Turki Pecah di Sebelah Barat Saraqib

Bentrokan Bersenjata Suriah vs Teroris Dukungan Turki Pecah di Sebelah Barat Saraqib

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Bentrokan pertama pasukan Suriah melawan teroris Hayat Tahrir al-Sham yang didukung militer Turki pecah di bagian barat Kota Saraqib, Idlib, Senin (10/2/2020) petang WIB.

Kontak tembak dan hujan arileri terjadi di pedesaan Nayrab, San, dan Afis di Provinsi Idlib.

Desa-desa ini terletak di sebalah barat Saraqib, menuju ibukota Idlib.

Saraqib dibebaskan pasukan Suriah beberapa hari lalu, setelah 7 tahun dikuasai teroris dan kelompok bersenjata pemberontak proksi asing.

Di kota ini terdapat persimpangan jalan raya (Highway M5, yang menghubungkan Damaskus ke Idlib dan Aleppo, kota industri Suriah.

Serangan balik selain dimotori HTS, juga didukung National Syrian Army, kelompok bersenjata lain yang juga disokong Turki.   

Untuk pertama kalinya, kelompok pemberontak HTS menggunakan kendaraan lapis baja TSK buatan Turki. Kendaraan tempur ringan juga pengangkut personel itu diduga pemberian militer Turki.

Diberitakan sebelumnya, kelompok pemberontak jaringan Al Qaeda didukung pasukan Turki, menggelar serangan besar guna merebut kembali Kota Saraqib di Provinsi Idlib.

BREAKING NEWS: Tentara Turki Backup Pemberontak Suriah Berusaha Rebut Kembali Saraqib

Serangan besar menggunakan perlengkapan tempur baru pasokan Turki itu dimulai Senin (10/2/2020) siang waktu setempat, atau sore ini WIB.

Jaringan berita Al Masdar News dari Beirut melaporkan, serangan dimotori kelompok Hayat Tahrir al-Sham, yang dulunya bernama Jabhat al-Nusra atau Nusra Front.

Serbuan balik setelah pasukan Suriah merebut kembali Saraqib dari tangan teroris, diawali tembakan artileri berat dari wilayah selatan Provinsi Aleppo yang masih dikuasai teroris.

Video yang dipublikasikan situs berita Southfront.org, menunjukkan tembakan roket bertubi-tubi diluncurkan dari garis belakang pemberontak.  

Sementara kelompok bersenjata melakukan penetrasi dikawal tentara Turki. Seragam baru, berikut senjata yang dikirim Turki kini dikuasai kelompok Hayat Tahrir al-Sham.

Presiden Turki Tayyip Erdogan pada 5 Februari 2020 mengancam akan menyerang balik pasukan Suriah, jika mereka tidak menghentikan operasi militer merebut Idlib.

Erdogan meminta pasukan Suriah mundur dari Idlib dan member batas waktu hingga akhir Februari. Sejak Sabtu (8/2/2020), konvoi besar kendaraan militer Turki memasuki Idlib dari wilayah Hatay.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved