Yogyakarta

Ditlantas Polda DIY akan Pasang Kamera Pintar untuk Rekam Pelanggaran di Jalan

Direktorat Lalu Lintas Polda DIY akan memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada akhir Maret mendatang.

Ditlantas Polda DIY akan Pasang Kamera Pintar untuk Rekam Pelanggaran di Jalan
Shutterstock
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktorat Lalu Lintas Polda DIY akan memberlakukan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada akhir Maret mendatang.

Pengendara jalan yang melakukan pelanggaran akan terakam melalui kamera berbasis a qrtificial intelligence.

Bukti tilang akan dikirimkan ke rumah pelanggar dan dapat membayar di bank atau ATM tanpa harus mengikuti sidang di pengadilan.  

Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasetya mengatakan, kamera dengan sistem E-TLE ini akan dipasang di empat titik  yakni simpang empat Condongcatur, simpang empat Tugu, simpang empat Ketandan dan jalur nasional Kulon Progo-DIY yang menghubungkan Yogyakarta International Airport (YIA).

150 Motor Teronggok di Ditlantas Polda DIY

Pelanggaran yang dapat tertangkap dengan kamera cerdas ini seperti pelanggaran marka jalan, stop line, menerabas lampu merah, penggunaan handphone saat berkendara dan tidak menggunakan sabuk pengamanan.

Karena jalur-jalur ini merupakan jalur yang kendaraan biasa kecepatan tinggi dan rawan kecelakaan lalu lintas maka juga ada satu kamera check poin yang mendeteksi over speed.

"Pelanggaran itu nantinya akan diverifikasi oleh petugas back office RTMC (Regional Traffic Management Center). Kami juga akan bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk mengirimkan surat konfirmasi sesuai alamat pemilik kendaraan yang melakukan pelanggaran," ungkapnya.

Ia menerangkan, setelah mendapatkan bukti pelanggaran, masyarakat akan diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Setelah itu pelanggar akan diberik kode BRI Virtual Account yang dapat digunakan untuk membayar denda tilang memalui bank tanpa harus mengikuti sidang.  

"Jika tidak dikonfirmasi selama 15 hari, kendaraan akan diblokir di Samsat. Pemilik kendaraan bisa saja kaget saat membayar pajak kenapa kendaraan diblokir, ternyata masih ada pelanggaran lalu lintas yang belum diselesaikan," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved