Kota Yogya

Proses KBM Manfaatkan Poskamling, Disdik Kota Yogya Kaji Penggabungan Sekolah

Disdik Kota Yogya mengaku bakal segera menindaklanjuti temuan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tak lazim di SD Bangunrejo 2, Tegalrejo, Yogya.

Tayang:
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Sekretaris Disdik Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, Kamis (6/2/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta mengaku bakal segera menindaklanjuti temuan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tak lazim di SD Bangunrejo 2, Tegalrejo, Yogyakarta.

Sejumlah siswa di sekolah tersebut didapati melangsungkan proses KBM dengan memanfaatkan Poskamling setelah molornya proses renovasi bangunan gedung sejak tahun lalu. 

"Ini kita sekarang juga sedang mau kesana. Nyari bagaimana permasalahan dan solusinya," kata Sekretaris Disdik Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, Kamis (6/2/2020).

Dedi menjelaskan, pihaknya berencana untuk menggabungkan proses KBM siswa SD Bangunrejo 2 ke dalam kelas SD Bangunrejo 1 yang letaknya tidak berjauhan.

BREAKING NEWS: Meski Belajar di Pos Kamling, Deon Tetap Semangat

Meskipun berbeda manajemen sekolah, upaya itu bakal ditempuh sebagai solusi sementara. 

"Kalau kita lihat memungkinkan dan demi kenyamanan anak didik mungkin bisa saja nanti sementara digabung menjadi satu," imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, persoalan itu masih akan dikaji ulang dan akan menjaring masukan dari masyarakat.

Pilihan lainnya adalah menggabungkan kedua sekolah tersebut menjadi satu.

Hal itu akan lebih memadai, baik dari ketercukupan siswa, jumlah guru dan juga ruang kelas. 

"Memang tidak mudah menggabungkannya mesti rembukan dulu," ujarnya. 

Dedi mengatakan, sebelumnya telah ada kesepakatan antara para wali murid, pihak sekolah dan juga Dinas Pendidikan tentang jadwal masuk siswa imbas dari gedung sekolah yang tak rampung-rampung.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

Dalam musyawarah itu mereka sepakat untuk membagi jadwal masuk siswa ke dalam dua shift yakni pagi dan siang. 

"Saya yakin pemanfaatan Poskamling itu karena murid ga mau masuk siang. Jadinya begitu. Kalau dari analisis kecukupannya tempat dari dia shift itu sangat cukup karena murid SD Bangunrejo 2 sedikit," tambah Dedi. 

Secara standar pun proses KBM yang dilakukan siswa dengan memanfaatkan Poskamling tersebut diakui dia memang tidak sesuai standar.

Baik itu pencahayaan, sarana dan prasarana, maupun ketercukupan ruang.

"Memang tidak memadai, nanti kita proses untuk penanganannya," urainya.

Kepala Bidang Bangunan Gedung DPUPKP Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo sebelumnya menjelaskan, proses renovasi bangunan gedung SD Bangunrejo 2 diakibatkan karena bangunan tidak lagi layak huni.

Pembangunan itu juga ikut menambah luas bangunan dan ruang kelas ikut disesuaikan.

Sekolah Alam Beniso Ajak Anak-anak Kunjungi Museum

"Seperti ruang inklusi dan juga laboratorium," imbuhnya. 

Joko mengakui bahwasanya proses pembangunan sempat molor akibat intervensi sejumlah pihak pada 2019 lalu.

Sebelumnya sudah terdapat pemenang lelang dan akhirnya, pihak dinas mundur akibat sanggahan dari pihak ketiga.

"Lelangnya kita majukan di Desember 2019 dan sudah dapat pemenang biar prosesnya bisa cepat," imbuh Joko.

Pihaknya berencana proses pengerjaan akan mulai dilakukan pada bulan ini dan akan rampung hingga enam bulan berikutnya. Rencananya gedung sekolah juga akan dibuat dua lantai dari yang sebelumnya hanya satu lantai. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved