Yogyakarta

Sekolah Alam Beniso Ajak Anak-anak Kunjungi Museum

Kepala Sekolah Alam Beniso, Novie Eviany, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan bahwa di Indonesia terdapat banyak kerajaan,

Tayang:
Penulis: Andreas Desca | Editor: Ari Nugroho
IST
Kunjungan anak-anak Sekolah Alam Beniso 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), Rabu (5/2/2020) siang nampak berbeda.

Riuh rendah disertai tawa 30 anak-anak yang berasal dari Sekolah Alam Beniso, siang ini memenuhi ruang pameran foto Keraton.

Kepala Sekolah Alam Beniso, Novie Eviany, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan bahwa di Indonesia terdapat banyak kerajaan, termasuk Yogyakarta.

"Selain itu ini juga sebagai sarana edukasi secara langsung untuk mengenal hierarki kerajaan dengan pimpinan tertingginya yakni seorang Raja," paparnya.

Art Summer Camp, Menikmati Waktu Liburan Sekolah Ala Artotel Yogyakarta

Kegiatan ini pun disambut dengan sangat antusias oleh seluruh anak-anak.

Berbagai pertanyaan unik dan penuh keingintahuan dilontarkan oleh para murid.

"Ada yang bertanya mengenai nama-nama raja, adapula yang bertanya itu (Keraton) mana kok berbeda-beda rumah dan bajunya," kata Novie.

Selain berkunjung ke BBY, murid-murid tersebut juga diajak mengunjungi Museum Sandi.

Dengan mengunjungi museum sandi ini, anak-anak pun diajak belajar mengenai asal mula sandi ditemukan.

"Mereka jadi tahu sandi itu dipergunakan untuk berkomunikasi dengan orang tertentu tanpa bisa diketahui oleh banyak orang," katanya.

Pameran HIP NOW COLOR di Bentara Budaya Yogyakarta Ajak Hidupkan Toleransi dan Gotong Royong

Di museum Sandi ini, kata Novie, kita ingin mengajarkan bahwa dulunya media tulisan itu bukan hanya melalui kertas saja.

"Dulu ada yang menulis di atas kuningan, tembok, kayu dan perunggu," katanya.

Disisi lain, dia juga ingin mengajarkan kepada anak didiknya untuk mengerti maksud dan pentingnya sebuah tulisan.

"Melalui tulisan, kita bisa menyampaikan pesan kepada orang lain. Selain itu tulisan kita pun nantinya bisa menjadi sarana untuk berbagi ilmu ataupun menjadi sejarah," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved