Kota Yogya
Malioboro Semi Pedestrian, Warga Manfaatkan untuk Berfoto Ria hingga Bersepeda
Dishub Kota Yogya mulai memberlakukan penerapan Malioboro semi pedestrian di luar Selasa Wage.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogya mulai memberlakukan penerapan Malioboro semi pedestrian di luar Selasa Wage.
Pada Jumat (7/2/2020), Dishub Kota Yogya melakukan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor guna melihat kondisi lalu lintas di kawasan itu menjelang akhir pekan.
Dari pantauan Tribunjogja.com di lokasi petugas telah memasang sejumlah penanda yang melarang kendaraan bermotor selain Trans Jogja untuk masuk di kawasan tersebut.
Uji coba yang dimulai sejak pukul 09.00 - 21.00 WIB ini, kemudian dimanfaatkan sejumlah pengunjung dengan melakukan berbagai aktivitas.
• Dishub Kota Yogya Uji Coba Malioboro Semi Pedestrian di Luar Selasa Wage
Di antaranya dengan berfoto hingga bersepeda di sepanjang jalur ikon Kota Yogya tersebut.
Seorang pengunjung warga Yogya, Yustina mengaku sangat jarang menyaksikan Malioboro menjadi steril dari kendaraan bermotor.
Sebagai kawasan wisata favorit, Malioboro, kata dia kerap kali penuh dan berjubel dengan kunjungan wisatawan maupun keberadaan kendaraan bermotor baik siang hingga malam hari.
Pada uji coba kali ini, Pemerintah juga masih memperbolehkan sejumlah PKL untuk berjualan.
Berbeda dengan jadwal rutin di Selasa Wage, dimana para PKL diliburkan dan diisi pula dengan berbagai macam agenda lain.
Yustina mengatakan, tidak terlalu mempermasalahkan keberadaan PKL.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Yang perlu diperhatikan, kata dia adalah kehadiran agenda lain untuk menghibur para pengunjung serta menjadi salah satu pilihan untuk mengunjungi Malioboro sewaktu kebijakan semi pedestrian diberlakukan.
"Kalau cuman begini saja kan pengunjung paling hanya foto, nggak sampai satu jam sudah selesai," imbuh dia.
Dia melanjutkan, uji coba juga mesti diperbanyak pada hari-hari lain.
Pasalnya, Malioboro menurut dia terasa semakin sesak sewaktu kebijakan semi pedestrian tidak lagi diberlakukan sehingga membuat pengunjung terlanjur urung berniat mengunjungi kawasan itu.
"Bukan hanya akhir pekan atau libur panjang saja ya ramai, hari-hari biasa juga padat. Jadi kita sudah enggan duluan kalau mau melintas atau datang ke Malioboro," ungkap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/malioboro-semi-pedestrian-warga-manfaatkan-untuk-berfoto-ria-hingga-bersepeda.jpg)