Gunungkidul

Kadinkes Gunungkidul: 70 Persen Masalah Stunting Bisa Diselesaikan Warga Sendiri

Ia menjelaskan, akar utama penyebab Stunting berasal dari gaya hidup hingga pola asuh orang tua dalam memberi asupan gizi pada anak sejak dalam kandun

Kadinkes Gunungkidul: 70 Persen Masalah Stunting Bisa Diselesaikan Warga Sendiri
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengakui pihaknya sulit mengatasi masalah Stunting Secara menyeluruh.

Sebab menurutnya permasalahan Stunting sebagian besar justru berasal dari masyarakat sendiri.

"Kami hanya mampu menyelesaikan 30 persen masalah. 70 persennya bisa diselesaikan oleh warga," kata Dewi dihubungi pada Jumat (07/02/2020).

Ia menjelaskan, akar utama penyebab Stunting berasal dari gaya hidup hingga pola asuh orang tua dalam memberi asupan gizi pada anak sejak dalam kandungan.

Lebih lanjut lagi, kemiskinan juga menjadi penyebab utama sulitnya mengatasi Stunting. Apalagi kemiskinan masih menjadi masalah yang krusial di Gunungkidul.

Tekan Angka Stunting, PT Tripatra Beri Edukasi di Desa Muntuk Dlingo Bantul

Dewi menyebut Kecamatan Gedangsari dan Saptosari di mana angka Stunting tergolong tinggi, sejalan dengan tingkat kemiskinan di sana. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kasus pernikahan dini.

"Justru masalah Stunting diselesaikan dari hulu, bahkan sebelum Stunting itu terjadi," ujar Dewi.

Edukasi kesehatan hingga saat ini masih terus dilakukan, terutama pada remaja putri. Hal-hal yang wajib diperhatikan antara lain gizi yang cukup serta menekan terjadinya kurang darah atau anemia.

Saat hamil pun kecukupan gizinya wajib diperhatikan, terutama pemberian imunisasi sejak masih dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Gejala Stunting antara lain panjang bayi di bawah 48 cm dan berat kurang dari 2,5 kg saat baru dilahirkan.

"Stunting nantinya akan berpengaruh pada kecerdasan anak, dan tentunya akan berdampak pada generasi penerus jika tidak diatasi," kata Dewi.

2.600 Kader Posyandu Bertekad Cegah Stunting

Sebagai tokoh masyarakat, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan penyelesaian Stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir.

Ia juga menyebut kemiskinan jadi pemicu masalah kesehatan tersebut.

Oleh karena itu, ia pun mengimbau pemerintah untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami sebagai lembaga juga turut mendukung melalui berbagai program kesehatan yang sifatnya solutif, praktis, dan jangka pendek," kata Haedar ditemui usai mengisi acara tentang kesehatan sore ini.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved