Puluhan Kucing Mati Mendadak di Karanganyar Akibat Virus Panleukopenia atau Distemper

Belakangan, sosial media dihebohkan informasi kucing-kucing mati mendadak di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Youtube.com/Cat Journal Channel
Ilustrasi 

Pasalnya, di kawasan tersebut populasi kucing cukup tinggi. Tingkat penyebaran virus juga sangat cepat.

"Untuk pencegahannya hanya vaksinasi," tutur dia.

Seorang warga Jaten, Ahmad Ludiyanto mengatakan, memiliki lima ekor kucing peliharaan.

NVIDIA Developer Blog, Viral Aksi Nekat Pria Baruh Baya Memakan Kucing
NVIDIA Developer Blog, Viral Aksi Nekat Pria Baruh Baya Memakan Kucing (NVIDIA Developer Blog)

Dari lima ekor tersebut satu di antaranya mati mendadak. Sepekan kemudian empat ekor kucingnya juga mati.

"Sempat tak bawa ke dokter hewan. Katanya terkena virus distemper kucing," terang pria yang akrab disapa Alo. Alo menyampaikan virus distemper menyerang pencernaan kucing.

Akibatnya, kucing tidak mau makan sehingga kekebalan tubuh menurun. Kemudian kucing mengalami diare, demam, dan muntah.

 

Apakah Virus Corona Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing? Begini Penjelasannya

Selain kucing miliknya, jelas Alo, kucing milik tetangganya juga mengalami hal yang sama, mati mendadak karena terinfeksi virus distemper.

"Kucing milik tetangga juga mati. Ada empat ekor kucing yang mati setelah kena virus distemper," ujar dia.

Pantauan Tribunjogja.com, di grup-grup pencinta kucing wilayah Yogyakarta banyak juga ditemukan kasus kucing mati akibat virus. 

Biasanya, serangan virus panleukopenia mendadak. Bisa jadi kucing yang awalnya sehat dan lincah seketika kondisinya menurun tak mau makan, lemas, badan panas dan mengeluarkan air liur berbau yang menandakan terinveksi virus tersebut.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved