Wabah Virus Corona

Apakah Virus Corona Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing? Begini Penjelasannya

Larangan konsumsi untuk hewan domestik ini tak hanya untuk memperjuangkan kesejahteraan hewan itu sendiri, tapi juga untuk kesehatan masyarakat

Tayang:
Editor: Rina Eviana
IST/Expresso.pt
Ilustasi 

Apakah Virus Corona Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing? Begini Penjelasannya

TRIBUNJOGJA.COM - Wabah virus corona belakangan menjadi perhatian dunia. Neo corona virus atau 2019-nCov yang ditemukan di Wuhan, China pertama kali ditemukan dari pasar hewan Huanan di wilayah tersebut.

Para ahli mensinyalir, virus ini berasal dari ular dan kelelawar yang dijual di pasar tersebut. 

Virus corona baru hingga kini telah menginfeksi lebih dari 4.500 orang di wilayah China dan laporan terakhir korban tewas akibat virus ini mencapai 106 orang. Sementara negara yang sudah mengonfirmasi temuan penyebaran virus corona mencapi 16 negara. 

Turis Tiongkok terinfeksi oleh coronavirus Wuhan.
Turis Tiongkok terinfeksi oleh coronavirus Wuhan. (Handout via www.scmp.com)

Sejak wabah ini muncul, beredar imbauan untuk antisipasi penyebaran virus. Satu di antaranya imbauan untuk tidak bersentuhan dengan hewan peliharaan seperti anjing, kucing maupun ayam dan burung.

Lalu betulkan virus corona juga bisa ditularkan oleh hewan peliharaan seperti anjing dan kucing?

dr Munawarman Ghani Sp PD (KP) selaku dokter spesialis paru RSUP dr Sardhito memaparkan, virus corona baru menyebar di Wuhan dari hewan ke manusia karena di sana terdapat pasar yang menjual daging hewan liar seperti ular dan kelelawar.

Disinggung soal kemungkinan virus corona menyebar melalui hewan peliharaan seperti ayam, kucing, hingga anjing, ia menepis hal tersebut.

"Sejauh ini yang hampir 100 persen identik dengan virus yang ditemukan di hewan ular dan kelelawar. Dan di sana hewan itu memang dijual di sebuah pasar, mereka menjual hewan liar. Buaya pun ada, masih hidup," jelasnya, Selasa (28/1/2020).

"Tidak di semua hewan yang disampaikan itu (anjing, kucing, ayam, dll). Yang disinyalir adalah ular dan kelelawar," sambungnya.

Ia juga menjelaskan, neo corona virus ini memiliki masa inkubasi masuknya virus hingga timbul gejala yakni 2-14 hari.

"Jadi kalau sudah lebih dari dua minggu dari Wuhan, kemudian ada pneumonia atau peradangan paru oleh mikro organismenya berarti dia bukan corona virus yang baru, karena masa inkubasinya hanya sampai 14 hari," terangnya.

Lanjutnya, pada angka kematian dilaporkan lebih kecil dibanding MERS dan SARS yang sama-sama disebabkan oleh corona virus.

"Neo corona virus ini sekitar 3% kematiannya, ini cukup cepat karena kasus pertama dilaporkan pada 31 Desember 2019 nama kumannya seakan hanya berumur satu hari. Tapi belum ada satu bulan kasus di sana semakin bertambah," tuturnya.

Ia pun menegaskan masyarakat tak perlu panik, namun tetap melakukan budaya hidup sehat dengan selalu melakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atay handrub dengan antiseptik berbasis alkohol.

Penyebaran coronavirus atau virus corona
Penyebaran coronavirus atau virus corona (Science News)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved