Puluhan Kucing Mati Mendadak di Karanganyar Akibat Virus Panleukopenia atau Distemper

Belakangan, sosial media dihebohkan informasi kucing-kucing mati mendadak di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Youtube.com/Cat Journal Channel
Ilustrasi 

Puluhan Kucing Mati Mendadak di Karanganyar Akibat Virus Panleukopenia atau Distemper 

TRIBUNJOGJA.COM - Belakangan, sosial media dihebohkan informasi kucing-kucing mati mendadak di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Matinya kucing-kucing itu akibat terkena virus Panleukopenia (Feline Distemper). 

Sebagaimana diketahui, virus yang menyerang pencernaan ini sangat mematikan bagi kucing. Musim hujan adalah momok paling mengerikan bagi pemilik kucing-kucing lantaran biasanya virus ini akan banyak terjadi di musim hujan.

Ilustrasi: Kucing bernama Garlic 2.0 yang merupakan hasil kloning dari kucing yang sudah mati.
Ilustrasi: Kucing bernama Garlic 2.0 yang merupakan hasil kloning dari kucing yang sudah mati. (IST/Sinogene)

Pengawas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Sutiyarmo mengatakan, distemper disebabkan virus parvo (parvovirus).

Penyakit ini sangat menular dan dapat membunuh kucing yang terinfeksi. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh kucing.

Kucing yang terinfeksi virus distemper akan mengalami gejala seperti diare yang disertai darah, dehidrasi, malnutrisi, muntah, dan lemas. Bahkan bisa menyebabkan kematian pada kucing.

"Jadi, kalau itu menyerang kucing akan demam, muntah akhirnya mati. Karena ini penyakit ganas pada kucing," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Kucing yang sehat dapat tertular jika berhubungan dengan cairan tubuh atau tinja kucing yang terinfeksi virus distemper.

Penyakit ini sejatinya sudah lama menyerang pada kucing. Untuk mengantisipasi kucing terkena virus ini, disarankan pemilik untuk lebih memperhatikan kebersihan hewan peliharannya.

"Tapi, karena tidak populer hanya menyerang pada hewan, maka tidak menjadi prioritas (penanganan). Bentuk antisipasinya, pemilik kucing lebih memperhatikan kebersihan hewan peliharaannya itu," ujar dia.

Tak menular ke manusia

Sutiyarmo menuturkan, virus distemper hanya menyerang sesama kucing dan tidak menular ke manusia.

llustrasi
llustrasi (lavozdelpueblo.co)

Kucing yang sehat dapat tertular jika berhubungan dengan cairan tubuh atau tinja kucing yang terinfeksi virus distemper.

Dia mengungkap, jumlah kucing mati mendadak di Karanganyar paling banyak ditemukan di kawasan Jaten.

Penjelasan WHO: Tak Ada Penularan Virus Corona dari Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing

Pasalnya, di kawasan tersebut populasi kucing cukup tinggi. Tingkat penyebaran virus juga sangat cepat.

"Untuk pencegahannya hanya vaksinasi," tutur dia.

Seorang warga Jaten, Ahmad Ludiyanto mengatakan, memiliki lima ekor kucing peliharaan.

NVIDIA Developer Blog, Viral Aksi Nekat Pria Baruh Baya Memakan Kucing
NVIDIA Developer Blog, Viral Aksi Nekat Pria Baruh Baya Memakan Kucing (NVIDIA Developer Blog)

Dari lima ekor tersebut satu di antaranya mati mendadak. Sepekan kemudian empat ekor kucingnya juga mati.

"Sempat tak bawa ke dokter hewan. Katanya terkena virus distemper kucing," terang pria yang akrab disapa Alo. Alo menyampaikan virus distemper menyerang pencernaan kucing.

Akibatnya, kucing tidak mau makan sehingga kekebalan tubuh menurun. Kemudian kucing mengalami diare, demam, dan muntah.

 

Apakah Virus Corona Bisa Ditularkan Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing? Begini Penjelasannya

Selain kucing miliknya, jelas Alo, kucing milik tetangganya juga mengalami hal yang sama, mati mendadak karena terinfeksi virus distemper.

"Kucing milik tetangga juga mati. Ada empat ekor kucing yang mati setelah kena virus distemper," ujar dia.

Pantauan Tribunjogja.com, di grup-grup pencinta kucing wilayah Yogyakarta banyak juga ditemukan kasus kucing mati akibat virus. 

Biasanya, serangan virus panleukopenia mendadak. Bisa jadi kucing yang awalnya sehat dan lincah seketika kondisinya menurun tak mau makan, lemas, badan panas dan mengeluarkan air liur berbau yang menandakan terinveksi virus tersebut.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved