Puluhan Kucing Mati Mendadak di Karanganyar Akibat Virus Panleukopenia atau Distemper
Belakangan, sosial media dihebohkan informasi kucing-kucing mati mendadak di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Puluhan Kucing Mati Mendadak di Karanganyar Akibat Virus Panleukopenia atau Distemper
TRIBUNJOGJA.COM - Belakangan, sosial media dihebohkan informasi kucing-kucing mati mendadak di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Matinya kucing-kucing itu akibat terkena virus Panleukopenia (Feline Distemper).
Sebagaimana diketahui, virus yang menyerang pencernaan ini sangat mematikan bagi kucing. Musim hujan adalah momok paling mengerikan bagi pemilik kucing-kucing lantaran biasanya virus ini akan banyak terjadi di musim hujan.
Pengawas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Sutiyarmo mengatakan, distemper disebabkan virus parvo (parvovirus).
Penyakit ini sangat menular dan dapat membunuh kucing yang terinfeksi. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh kucing.
Kucing yang terinfeksi virus distemper akan mengalami gejala seperti diare yang disertai darah, dehidrasi, malnutrisi, muntah, dan lemas. Bahkan bisa menyebabkan kematian pada kucing.
"Jadi, kalau itu menyerang kucing akan demam, muntah akhirnya mati. Karena ini penyakit ganas pada kucing," katanya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (31/1/2020).
Kucing yang sehat dapat tertular jika berhubungan dengan cairan tubuh atau tinja kucing yang terinfeksi virus distemper.
Penyakit ini sejatinya sudah lama menyerang pada kucing. Untuk mengantisipasi kucing terkena virus ini, disarankan pemilik untuk lebih memperhatikan kebersihan hewan peliharannya.
"Tapi, karena tidak populer hanya menyerang pada hewan, maka tidak menjadi prioritas (penanganan). Bentuk antisipasinya, pemilik kucing lebih memperhatikan kebersihan hewan peliharaannya itu," ujar dia.
Tak menular ke manusia
Sutiyarmo menuturkan, virus distemper hanya menyerang sesama kucing dan tidak menular ke manusia.
Kucing yang sehat dapat tertular jika berhubungan dengan cairan tubuh atau tinja kucing yang terinfeksi virus distemper.
Dia mengungkap, jumlah kucing mati mendadak di Karanganyar paling banyak ditemukan di kawasan Jaten.
• Penjelasan WHO: Tak Ada Penularan Virus Corona dari Hewan Peliharaan seperti Anjing dan Kucing
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mitos-tanda-kehadiran-makhluk-halus-dari-perilaku-kucing-peliharaan.jpg)