Kota Yogya

PBTY 2020 Kembali Digelar Selama 7 Hari

Dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2571 tersebut, tema yang diangkat adalah The Cultural Colours of Wonderful Indonesia.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Penampilan Barongsai saat launching Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2020 di Gapura Kampung Ketandan, Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa (14/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) akan kembali digelar.

PBTY ke 15 ini akan digelar mulai tanggal 2 sampai 8 Februari 2020.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, PBTY akan dilaksanakan selama tujuh hari di Kampung Ketandan, Yogyakarta.

Pembukaan PBTY menjadi hal yang dinantikan oleh masyarakat Yogyakarta.

Bareng Selasa Wage, PBTY 2020 Dilaunching

Sebab dalam pembukaan akan disuguhkan berbagai macam atraksi, khususnya barongsai dan naga.

Humas PBTY 2020, Fantoni mengatakan ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan PBTY tahun ini.

Jika biasanya panggung utama berada di Alun-alun Utara Yogyakarta, maka tahun ini panggung utama ada di Titik Nol Kilometer.

"Jadi tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Biasanya di Alun-alun Utara Yogyakarta, sekarang di Titik Nol Kilometer. Kenapa tidak di Alun-alun Utara? Karena saat ini memang Alun-alun Utara sedang steril ya. Sekaten kemarin juga tidak di sana," katanya saat jumpa pers di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (30/01/2020).

Dalam merayakan Tahun Baru Imlek 2571 tersebut, tema yang diangkat adalah The Cultural Colours of Wonderful Indonesia.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Melalui tema tersebut, Jogja Chinese Art and Culture Center ingin menunjukkan warna-warni budaya dalam keindahan Indonesia.

Untuk itu, dalam pembukaan tidak hanya budaya Tionghoa saja, tetapi juga budaya nusantara.

"Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta adalah acara tahunan yang memungkinkan masyarakat untuk lebih mengenal akulturasi seni budaya. Tahun ini tidak hanya seni budaya Tionghoa saja,tetapi Indonesia. Bahkan 75 persen adalah budaya nusantara," jelasnya.

Ia menambahkan, setelah pembukaan PBTY, akan banyak kegiatan yang dilaksanakan di Kampung Ketandan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung Ketandan adalah Lomba Karaoke Mandarin kategori remaja dan dewasa, Bazaar makanan hingga pernak-pernik, panggung hiburan, dan tentunya pertunjukan Wayang Potehi. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved