Polsek Prambanan Menyelesaikan Peristiwa Mbah Rubingah

Kamis, 23 Januari 2020, Kanit Reskrim AKP Sularsihono, SE bersama tim kembali mendatangi rumah Mbah Rubingah.

Editor: ribut raharjo
Humas Polda DIY
Suasana mediasi kasus nenek kena tendang di pasar 

Polsek Prambanan Menyelesaikan Peristiwa Mbah Rubingah

TRIBUNJOGJA.COM - Viralnya video Mbah Rubingah, mendorong Polsek Prambanan Sleman untuk mendalami kejadian tersebut.

Sebagaimana diberitakan, bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 20 Januari 2020 di Pasar Gendeng, Potrojayan, Prambanan. Selang sehari kemudian video tersebut viral dan menarik perhatian netizen.

Hari itu juga, Polsek Prambanan mengirimkan Panit Reskrim Polsek Prambanan Aiptu Agus Yunianta untuk melakukan penyelidikan terkait TKP dan pihak-pihak yang terlibat di peristiwa tersebut.

Untuk menghimpun informasi terkait peristiwa tersebut, Aiptu Agus meminta Bowo Petugas Keamanan Pasar, untuk mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat pada kejadian tersebut pada Rabu 22 Jan 2020.

Petugas berhasil mengetahui identitas Mbah Rubingah dan tempat tinggalnya.

Kemudian pada malamnya, Aiptu Agus mendatangi rumah Mbah Rubingah. Tetapi saat itu tidak bertemu dengan Mbah Rubingah.

Justru di situ sudah berkumpul Dukuh dan beberapa warga sekitar rumah Mbah Rubingah.

Kamis, 23 Januari 2020, Kanit Reskrim AKP Sularsihono, SE bersama tim kembali mendatangi rumah Mbah Rubingah.

Tetapi tidak juga berhasil menemukan Mbah Rubingah. Hal ini dari keterangan tetangganya, Mbah Rubingah kalau pergi bisa berhari-hari dan tidak pulang.

Sekembali dari rumah Nenek Rubingah, di Polsek Prambanan telah berkumpul pihak-pihak terkait dengan peristiwa pada 20 Jan 2020 tersebut.

Martini, penjual mangga, Ngadirin, terduga pelaku tindak kekerasan, Sukasno, perekam video, Suhadi, yang membagikan video ke Grup UPTD dan Paguyuban Manunggal Rasa.

Hadir juga pada kesempatan itu, Apriyanto (Ketua Aliansi Jogja Sehati), Argo (Satgas PPA Yogya), Hasan (Merkids), Gus Bimo (Tokoh Masyarakat), Subadi (Ketua Paguyuban Pasar se-Sleman). Dukuh Kranggan selaku Pendamping Nenek Rubingah. Demikian halnya, dengan terduga pelaku tindak kekerasan, Ngadirin yang didampingi oleh Dukuh Nogosari.

Kemudian disepakati untuk berangkat bersama-sama menuju Pasar Gendeng.

Di Pasar Gendeng, Satgas PPA melakukan perekaman permintaan maaf dari Ngadirin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved