Yogyakarta

Warga Respons Positif Kenaikan Nominal BPNT

Rencana kenaikan nominal bantuan lewat Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah mendapat respons positif dan sejumlah warga.

Warga Respons Positif Kenaikan Nominal BPNT
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Rencana kenaikan nominal bantuan lewat Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah mendapat respons positif dan sejumlah warga.

Mereka merasa, naiknya nominal bantuan tersebut akan membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan utamanya dari sisi pangan.

“Belum tau kalau mau naik (BPNT). Tapi kalau benar naik ya saya tentu senang. Supaya bisa untuk menyediakan kebutuhan konsumsi di rumah. Selama ini kan dapatnya cuma beras dan telur saja. Kalau ada tambahan bisa dapat bahan makanan lain,” kata Suwardi, bapak dua asal asal Kasongan yang biasa berjualan rujak keliling, Kamis (23/1/2020).

305.015 KPM di DIY Mendapat Berkah Kenaikan BPNT

Suwardi, saat ini mengaku belum terlalu tahu bagaimana detil kenaikan bantuan itu akan diwujudkan.

Namun ketika mengetahui bahwa tambahan bantuan non tunai akan diwujudkan dalam bentuk daging ayam atau ikan dan juga sayur mayur, Suwardi mengaku cukup senang dan merasa terbantu.

“Ya senang lah kalau bisa dapat bantuan daging ayam. Soalnya ya jarang-jarang makan daging ayam. Paling tahu atau tempe. Kadang telur. Kalau sayur istri saya sudah sering masak sayur. Ada kebun sayur kecil di rumah saya. Tapi ya saya sudah senang sekali ada tambahan bantuan,” kata Suwardi.

Begini Ketentuan Keluarga yang Masuk PKH dan Penerima BPNT

Senada, Siti Aminah yang juga penerima bantuan BPNT asal Kalasan mengaku senang jika benar-benar ada tambahan bantuan.

Karena dengan tambahan bantuan itu, ia bisa mengalokasikan pendapatannya sehari-hari untuk keperluan lainnya yang juga tidak kalah penting.

Misalnya, untuk tambahan konsumsi lainnya.

“Ya kalau benar nanti ada tambahan bantuan buat beli daging ayam saya bisa pakai uang dari penghasilan untuk anggaran kebutuhan lainnya. Bisa tambah untuk bayar listrik atau membayar buku anak saya,” kata Siti, penjual sayur keliling di daerah Kalasan, Sleman. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved