Bisnis

Isu Antraks, Penjualan Daging Sapi dan Kambing di Pasar Argosari Gunungkidul Turun Drastis

Munculnya penyakit antraks di Desa Gombang, berdampak pada menurunnya penjualan daging sapi maupun kambing di Pasar Argosari, Gunungkidul.

Isu Antraks, Penjualan Daging Sapi dan Kambing di Pasar Argosari Gunungkidul Turun Drastis
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Suasana Pasar Argosari pada Rabu (22/1/2020). Munculnya penyakit antraks di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong berdampak pada menurunnya penjualan daging sapi maupun kambing di pasar setempat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Munculnya penyakit antraks di Desa Gombang, Kecamatan Ponjong berdampak pada menurunnya penjualan daging sapi maupun kambing di Pasar Argosari, Kecamatan Wonosari.

Biasanya, satu penjual dalam satu hari bisa menjual sebanyak 20 kg.

Namun setelah munculnya penyakit antraks tersebut, penjualan daging sapi maupun kambing menurun drastis.

Seorang pedagang daging di Pasar Argosar,i Waginem mengatakan, setelah munculnya antraks ia hanya bisa menjual seberat 1 kg daging sapi saja dalam satu harinya.

RSUP dr Sardjito Miliki Tim dan Ruang Khusus Tangani Antraks

"Wah saiki rapayu (wah sekarang tidak laku), hari ini hampir sama seperti kemarin. Satu kilo, habis itu tidak ada lagi yang membeli. Padahal kalau tidak ada penyakit, itu jam 10.00 bisa menjual 5 kg," katanya saat ditemui di Pasar Argosari, Rabu (22/1/2020).

Ia mengaku, dagung yang dijual berasal dari hewan ternak yang sehat.

Ia memastikan itu karena ia bersama teman pedagang lainnya membeli langsung sapi yang akan disembelih.

"Padahal ini daging sapi sehat, karena saya bersama teman-teman membeli sapi ini sehat. Kalau beli sendiri ya nggak mampu dan pasti rugi," ungkapnya.

Untuk mensiasati hal tersebut, ia harus menyimpan daging sapi dagangannya dengan sebuah box berwarna biru yang di dalamnya berisi bongkahan es batu untuk mengawetkan daging.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Pedagang lainnya, Rubiyati menyampaikan hal yang serupa.

Sejak munculnya antraks, ia sehari hanya bisa menjual sebanyak 50 persen dari hari-hari biasanya.

"Biasanya bisa menjual tiga hingga empat ekor daging kambing tetapi sekarang sehari hanya bisa satu kambing saja padahal yang disembelih itu kambing sehat," ucapnya.

Ia mengatakan harga daging sapi maupun kambing tidak mengalami penurunan saat ini untuk sapi satu kilonya seharga Rp 130 ribu, sedangkan untuk daging kambing seharga Rp 120 ribu.

Dari pantauan Tribunjogja.com, los pasar khusus menjual daging sapi terlihat sepi pembeli hanya beberapa orang penjual daging saja yang berjualan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved