Sleman
Pemkab Sleman Akan Perkuat APBD dari Pendapatan Daerah
Pemkab Sleman berupaya memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) dari pendapatan daerah.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berupaya memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) dari pendapatan daerah.
Bupati Sleman, Sri Purnomo beralasan upaya ini dilakukan agar Pemkab Sleman tidak terlalu bergantung pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID) yang digelontorkan oleh pemerintah pusat.
"Kami ingin anggaran daerah lebih mandiri dengan memperkuat pendapatan daerahnya," kata Sri Purnomo, Senin (20/01/2020).
• 5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Harda Kiswaya menjelaskan optimalisasi pendapatan terutama dilakukan dari penerimaan pajak hotel dan restoran.
Upaya optimalisasi satu di antaranya dilakukan dengan pemasangan Tapping Box di sejumlah hotel dan restoran yang diduga laporan keuangannya belum sesuai.
"Saat ini sudah terpasang 290 Tapping Box, termasuk apartemen dan penginapan berjejaring menggunakan aplikasi," jelas Harda.
• Kembali Lakukan Lada Manis, PMI Sleman Upayakan Pemesanan Secara Online
Berdasarkan data BKAD Sleman, pendapatan daerah 2019 mencapai Rp 2,84 triliun atau 102,2 persen dari target. Angka ini juga meningkat dari pendapatan 2018 sebesar 1,26 persen.
Sementara Sri Purnomo mengatakan pihaknya akan memperkuat laporan keuangan dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan mengandalkan teknologi digital.
Sebab sistem ini terbukti membuat proses pelaporan keuangan lebih efektif dan efisien.
"Sistem ini juga mendorong para ASN untuk tidak menunda-nunda pekerjaannya," kata Sri Purnomo.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)