Sleman

Teken MoU dengan Kemenkumham DIY, Bupati Sleman Berharap Warga Binaan Punya Kehidupan Lebih Baik

Teken MoU dengan Kemenkumham DIY, Bupati Sleman Berharap Warga Binaan Punya Kehidupan Lebih Baik

Teken MoU dengan Kemenkumham DIY, Bupati Sleman Berharap Warga Binaan Punya Kehidupan Lebih Baik
Istimewa
Bupati Sleman Sri Purnomo menandatangani MoU kerjasama dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani saat launching Program Rehabilitasi Bagi Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM berkomitmen meningkatkan kualitas lembaga pada 2020.

Langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar Deklarasi Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020, Kamis (16/1/2020) yang tujuannya memberikan target yang jelas bagi pelaksana sehingga mudah untuk dilakukan pemantauan.

Kegiatan yang dilakukan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta ini juga bersamaan dengan launching Program Rehabilitasi Bagi Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga berkesempatan untuk menandatangani MoU kerjasama dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan DIY, Gusti Ayu Putu Suwardani.

Bupati Sleman sangat berharap dengan kerjasama ini warga binaan yang sedang menjalani hukuman di lapas narkotika Kelas IIA Yogyakarta dapat menjalani kehidupan yang lebih baik lagi dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalunya.

Tahun Ini, 700 Napi Narkoba Lapas Kelas II A Kota Magelang Direhabilitasi Medis dan Sosial

17 Warga Binaan Lapas IIA Kota Magelang Dapat Remisi Natal 2019

"Saya berharap kepada seluruh warga binaan nanti kalau sudah keluar bisa diterima dengan baik di masyarakat, serta memiliki skill yang berguna bagi diri mereka sendiri, keluarga, maupun bagi masyarakat sekitarnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY Gusti Ayu Putu Suwardani mengatakan, ada 15 poin yang harus dicapai pada tahun 2020.

Di antaranya pemberian remisi kepada 288.530 narapidana, pemberian rehabilitasi sosial dan rehabilitasi medis kepada 21.540 narapidana, pencegahan dan pengendalian penyakit menular diseluruh lapas/rutan, mewujudkan zero overstaying, peningkatan kualitas WBP menjadi SDM unggul melalui pelatihan keterampilan bersertifikasi kepada 35.860 narapidana, serta menghantarkan 48 narapidana teroris berikrar kesetiaan kepada NKRI. (Tribunjogja/Santo Ari)

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved