Kota Yogya

Sidang Kasus Suap SAH, Kadis DPUPKP Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Walikota Yogya

Sidang Kasus Suap SAH, Kadis DPUPKP Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Walikota Yogya

Sidang Kasus Suap SAH, Kadis DPUPKP Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Walikota Yogya
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Sejumlah pengguna jalan terlihat mengantre dan kesulitan saat melewati Jalan Babaran akibat proyek SAH Supomo cs yang masih mangkrak, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sidang kasus dugaan suap proyek rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) Supomo kembali digelar di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Rabu (15/1/2020) siang.

Sidang dengan dengan agenda pemeriksaan saksi ini menghadirkan lima orang saksi yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Agus Tri Haryono, Sekretaris DPUPKP, Wijayanto.

Kemudian Kabid Binamarga DPUPKP, Umi Akhsanti, Kasi Intel Kejari Yogyakarta, Suwono, dan Staf Intel Kejari Yogyakarta, Fajar Pamungkas.

Saksi yang pertama didengar keterangannya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Agus Tri Haryono.

Agus Tri Haryono dicecar berbagai pertanyaan oleh JPU KPK, mulai tugas dan fungsinya sebagai kepala dinas DPUPKP, proses lelang, termasuk proyek rehabilitasi SAH Supomo.

Dalam kesaksiannya, Agus mengatakan telah bersurat Kejaksaan Negeri (Kejari) Yogyakarta untuk melakukan pengawalan pada beberapa proyek pembangunan DPUPKP. Dimana salah satu jaksa yang menjadi anggota TP4D adalah Eka Safitra.

JCW Bakal Kawal Persidangan Kasus Rehabilitasi SAH Supomo Hingga Vonis

Saat proses lelang, Eka Safitra memberikan masukan terkait syarat SMK3. Namun yang menjadi perdebatan adalah minimanya penyedia jasa (peserta lelang) di Yogyakarta yang memiliki SMK3 tersebut.

Ia menilai selama proses lelang Eka Safitra lebih dominan dan ingin semua perkembangan disampaikan kepadanya.

Tak hanya itu, ia juga menerima keluhan dari beberapa kepala bidang DPUPKP, dan akhirnya membicarakannya kepada Kepala Kejari Yogyakarta.

"Saya dapat laporan dari bidang Sumber daya air, Binamarga, dan Bangunan Gedung, kalau Eka Safitra meminta dokumen, katanya untuk direvisi. Eka lebih dominan selama proses lelang. Saya dapat laporan juga kalau pak Eka minta DP,"ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved