Yogyakarta

TPST Piyungan Semakin Overload, Sri Sultan: Harus Jadi Industri

Ia menilai, polemik ini hanya bisa diselesaikan lewat sistem industri, yang tengah diupayakan oleh pemerintah, lewat jalur kerja sama pemerintah denga

TPST Piyungan Semakin Overload, Sri Sultan: Harus Jadi Industri
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
TPST Piyungan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY belum juga menemukan titik temu untuk menangani masalah tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Terlebih, dari hari ke hari, sampah yang masuk semakin menggunung.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pun mengaku kesulitan menanganinya.

Ia menilai, polemik ini hanya bisa diselesaikan lewat sistem industri, yang tengah diupayakan oleh pemerintah, lewat jalur kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). 

Peneliti UGM Nilai Sampah di TPST Piyungan Harus Dikelola dengan Benar

"Iya, memang begitu, kalau kita memang harus jadi industri, tidak bisa tidak. Tapi, bagaimana kalau tidak ada investor," katanya, saat dijumpai di Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (8/1/2020) siang.

Sultan mengungkapkan, belum adanya investor yang bersedia merapat memang menjadi kendala tersendiri dalam polemik persampahan itu.

Padahal, Pemda DIY telah mengupayakan sistem KPBU untuk pengelolaan TPST Piyungan ini sejak kisaran tahun 2017 lalu.

"Belum ada investornya, jadi KPBU ya belum bisa terselesaikan. Masih ditawarkan," tambahnya.

Menurutnya, kondisi TPST Piyungan saat ini memang sudah tidak bisa diperluas lagi.

Sedangkan upaya dan langkah yang telah ditempuh pemerintah daerah untuk pengendalian sampah, dianggap belum sebanding dengan volume yang semakin membesar.

Sekda DIY: TPST Piyungan Bukan Solusi Akhir Sampah di DIY

"Ya memang, suatu saat akan stuck, tidak bisa lagi, walaupun kita mencoba, tapi (volume) sampahnya kan seperti itu. Jadi, jalan keluarnya harus indusri, karena diperluas juga sudah tidak bisa," jelasnya.

Ia berujar, penekanan volume dengan menggerakkan seluruh bank sampah yang tersebar di DIY pun tidak akan membuahkan hasil signifikan.

Sultan menilai, meski dapat menekan, ratusan ton sampah yang masuk TPST setiap harinya tetap tidak terbendung.

"Bank sampah biarpun dihidupkan, tapi kan juga tidak mungkin (bisa berkurang drastis), volumenya ratusan ton. Ya, memang pembuangan itu harus berproses, sudah tidak ada pilihan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved